BI Klaim Peredaran Uang Lusuh Berkurang

BI  Klaim Peredaran Uang Lusuh Berkurang
Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Perdi Silalahi menunjukan uang yang susah di racik. (Foto ist)

PALEMBANG,  MEDIASRIWIJAYA.com - Bank Indonesia (BI) Palembang menglaim peredaran uang rusak dan lusuh terus berkurang, dibuktikan dengan data pemusnahan uang rusak tersebut terus menurun signifikan.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Perdi Silalahi, Selasa (4/12) mengatakan, selama tiga tahun terakhir ini, tren pemusnahan uang tak layak terus mengalami penurunan.

"Sejak 2016,  pemusnahan uang rusak sampai  Rp8 triliun, tahun 2017 lalu Rp6,6 triliun, dan 2018 hingga Oktober sebanyak uang lusu yang sudah dimusnakan mencapai  Rp3,3 triliun," ujarnya.

Dia menjelaskan, penurunan tersebut implikasi dari keberhasilan gerakan cinta rupiah yang dilakukan pihaknya dan telah terbukti meningkatkan kecintaan masyarakat dengan menjaga uang  tetap bertahan rapi.

"Uang rusak dan lusuh tersebut berasal dari masyarakat yang ditukarkan ke bank dan dimusnahkan Bank Indonesia dengan sistem yang canggih. Dengan pelevelan uang lusuh 1 sampai 15 level," ujarnya.

Prosesnya, menurut dia,  uang pecahan kecil dibawah level 6 harus dimusnahkan, sementara diatasnya masih bisa beredar. Sementara untuk pecahan besar Rp20.000 sampai Rp100.000, levelnya 8 kebawah harus dimusnahkan karena masuk ketegori tidak layak edar.

Selanjutnya, dengan menggunakan mesin penghancur canggih  racik ukuran besar dimana uang diproses sampai hancur sehingga sama sekali  tidak bisa disatukan, tambahnya.

Sementara terkait uang cepat lusuh, dia mengatakan karena kesadaran masyarakat yang kurang dalam menjaga uang. Dan upaya menyosialisasikan pentingnya menjaga uang tersebut terus dilaksanakan BI.

Namun, diakuinya, meskipun terus mengalami penurunan tetapi jumlah uang lusuh dan rusak tersebut tergolong masih tinggi, terutama yang beredar di  daerah.

Saat ini, siapapun bisa menukarkan uang lusuh atau rusak ke Bank Indonesia dimana pelayanannya dibuka Kamis hingga pukul 11.00 WIB. Bagi yang di daerah petugas juga telah melayani penukaran uang lusuh kesejumlah kota dan kabupaten secara bergilir, demikian ungkapnya.(ne)