Bendera Tauhid Dibakar, Ustaz Adi: Setiap yang Beriman Pasti Menolak

Bendera Tauhid Dibakar, Ustaz Adi: Setiap yang Beriman Pasti Menolak
(net)

MEDIASRIWIJAYA.com - Aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser NU Garut saat peringatan Hari Santri Nasional di lapangan Alun-alun Limbangan, Garut, Senin (22/10) mengundang beragam reaksi dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut, Ustad Adi Hidayat mengatakan bahwa setiap muslim yang beriman pasti akan menolak aksi pembakaran tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ustadz Adi seusai pelepasan tujuh pemuda asal Jawa Barat ke Turki dalam program kader ulama di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (24/10).

“Sampai berita kepada kami terkait dengan isu yang sedang berkembang di Garut, yaitu satu insiden pembakaran bendera yang kemudian tertulis di dalamnya lafaz Tauhid, tentunya kita setiap muslim menyayangkan peristiwa dimaksud dan setiap jiwa yang beriman akan memberikan perasaan menolak untuk kita semua,” kata Ustaz Adi, seperti dikutip dari laman Viva.co.id.

Menurutnya, aksi pembakaran tersebut harus menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak terulang di kemudian hari. 

Ia juga meminta semua pihak agar menyikapi kejadian tersebut dengan tenang agar tidak memicu isu yang lebih luas lagi dan memberikan konflik yang lebih meluas.

Ustadz Adi menghimbau semua pihak agar tidak menambah peristiwa tersebut dengan pernyataan-pernyataan yang dapat memperkeruh suasana.

Bila perbuatannya masuk pada pelanggaran pidana, lanjut ustadz Adi, cukup diselesaikan dengan persoalan pidana.

“Jika itu terkait kurangnya pemahaman tentang nilai keislaman maka diberikan pemahaman yang baik supaya dimengerti,” tambahnya.

Dia berharap, dengan peristiwa ini, hikmah besarnya muslim dipersatukan untuk lebih mengenal kepada syiar agamanya dan yang terbaik, karena syiar itu dibawa untuk memberikan kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi ingat, negara kita ini dibangun dengan kalimat Tauhid Allohu Akbar, kalimat itu harus diterjemahkan untuk memberi maslahat dalam kehidupan bukan untuk diributkan.” tutupnya.