Aparat Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan Sabu Modus Baru Diselipkan di Dinding Kardus

Aparat Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan Sabu Modus Baru Diselipkan di Dinding Kardus
MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Selatan, berhasil bongkar sindikat pengiriman paket narkoba jenis sabu dari Batam ke Kota Palembang dengan modus baru, sabu yang sudah dipres disimpan di dalam dinding kardus, berisi makanan

Kerjasama dengan Polda Kepulauan Riau

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.COM - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Selatan, berhasil bongkar sindikat pengiriman paket narkoba jenis sabu dari Batam ke Kota Palembang dengan modus baru, sabu yang sudah dipres disimpan di dalam dinding kardus, berisi makanan, Selasa (30/10/18) pukul 20.30 wib.

Pengungkapan peredaran narkoba ini setelah petugas Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan bekerja sama dengan Polda Kepulauan Riau jika akan ada barang masuk melalui jalur udara.

Tersangka Nazarudin datang ke kota Palembang dengan menumpang pesawat Lion Air dari Batam Kepulauan Riau tujuan Palembang, tersangka tiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2 sekitar pukul 20.00 WIB.

Petugas yang mendapat informasi langsung mengawasi gerak-gerik tersangka, tersangka Nazarudin langsung menuju ke parkiran dekat masjid bandara, saat berada di parkiran tersangka Nazarudin bertemu dengan tersangka M Adi Ariansyah sambil menyerahkan sebuah kardus.

Pada saat menyerahkan kardus, langsung diringkus dua orang tersangka, yang bertugas sebagai kurir pada pukul 20.30 wib. Diketahui bernama tersangka Nazarudin alias Nazar bin Zainal (25) kurir asal Batam merupakan Warga Jalan Gapong Cibrek Tunong Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, sedangkan kurir asal kota Palembang tersangka M Adi Ariansyah alias Adi bin Zainal (34), warga Jalan balapan sepeda lorong Muhajirin 4 RT 04 6 RW 013 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.

Saat petugas melakukan penggeledahan terhadap kardus yang dibawa tersangka Nazarudin, petugas sempat terkecoh saat membuka isi kardus, petugas hanya menemukan makanan ringan snack tapi saat bertugas mengangkat kardus yang kosong tetapi berat membuat petugas curiga, setelah dengan teliti diperiksa ternyata tersangka menyimpan sabu sebanyak 8 bungkus narkotika jenis sabu dengan kemasan plastik yang sudah dipres dengan berat bruto mencapai 1.200 gram, disimpan di dinding karton kardus.

Menurut pengakuan Nazarudin bahwa narkotika yang dibawanya dari Batam Kepulauan Riau didapat dari seorang bandar bernama Diin, minta untuk diantar kepada seorang pembeli yang berada di Palembang "Sabu ini milik DIIN, sabu asal Batam, saya sudah 1 kali antar sabu dengan upah 10 juta, sudah saya terima dari DIIN," aku warga Aceh yang tinggal di Batam ini.

Sementara itu dari pengakuan tersangka M Adi Ariansyah, di hadapan penyidik mengaku Jika dia hanya sebagai kurir atas perintah tersangka M Liberta Pratama alias Berta bin Ramlan yang seorang residivis kasus sama. "Saya disuruh Liberta sepupu aku untuk ambil kiriman sabu di bandara yang berasal dari Batam, saya sudah dua kali dengan upah dua juta" akunya.

Petugas yang mendapat informasi jika pemilik barang adalah tersangka M Liberta langsung bergerak, melakukan penangkapan tersangka M Liberta Pratama alias Berta bin Ramlan (24), di rumahnya Lorong Kebangkan nomor 261 RT 006 RW 002 Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang.

Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Farman mengatakan jika modus yang dilakukan para tersangka tergolong unik."Kemarin ada modus narkoba diselipkan di bed caver, kali ini diselipkan di kardus ini yang pertama kali, ini cukup menarik karena modus baru" ujar Kombes Pol Farman.

Penangkapan kedua tersangka setelah petugas bekerjasama dengan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, setelah diberitahu ciri-ciri tersangka yang membawa narkoba masuk ke wilayah hukum Polda Sumatera Selatan, jajaran Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan langsung bergerak cepat. "Setelah diberitahu ciri-cirinya lalu kita berhasil menangkap tersangka, tersangka ini merupakan jaringan sindikat internasional karena asal muasal narkoba ini dari Johor Malaysia, Apalagi kita sudah menangkap tiga kali narkoba yang berasal dari Johor Baru Malaysia, makan untuk mengungkap jaringan narkoba ini kita bekerjasama dengan Kepolisian Diraja Malaysia." Jelasnya.

Masih dikatakan Diresnarkoba Polda Sumatera Selatan. Kombes Pol Farman. Atas perbuatan mereka mengedarkan menyimpan memiliki narkotika jenis sabu ketiga tersangka dijerat dengan primer pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.(Ly)