5 Petugas Dishub Kota Palembang Adukan Preman Cinde Ke SPKT Polda Sumsel

5 Petugas Dishub Kota Palembang Adukan Preman Cinde Ke SPKT Polda Sumsel
Petugas Dishub Kota Palembang Laporkan Preman Ke SPKT Polda Sumsel (MEDIASRIWIJAYA.COM/Ly)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.Com - Merasa nyawa terancam saat menjalankan tugas, 5 petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan, Kamis (6/12) pukul 15.00 Wib.

5 petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang yang saat itu tengah menjalankan tugas, menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan protokol Jenderal Sudirman, mengingat Jalan Sudirman masuk dalam kawasan tertib berlalu lintas.

Laporan para korban diwakilkan oleh salah satu korban Okta Sutandi (34), PNS warga Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 24 Ilir Kecamatan IB 1 Palembang, di mana pengaduan korban diterima petugas SPKT Polda Sumatera Selatan dengan nomor laporan polisi nomor : LPB/973/XII/2028/SPKT, di mana terlapor seorang juru parkir atau preman dengan nama Jimmy Hutabarat.

Korban Okta Sutandi, ditemui usai membuat laporan. mengatakan jika dirinya bersama rekan-rekannya saat itu sedang rutin patroli di kawasan Cinde Jalan Jenderal Sudirman.

"Waktu di Cinde tepatnya di depan toko Dempo motor, ada mobil pick up berhenti, mengingat lokasi sepanjang jalan Sudirman merupakan daerah larangan parkir" ungkapnya.

Masih dikatakan Okta Sutandi. Jika pihaknya berencana untuk mengingatkan pemilik mobil agar tidak parkir di bahu jalan. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang diketahui sebagai juru parkir sekaligus preman di sana. Dalam kondisi marah dan menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang.

"Niat kami untuk memindahkan mobil, tahu-tahu jukir atau preman itu datang dan marah, dan pelaku mendorong anggota untuk pergi sambil berkata petugas tidak perlu bertindak, karena sempat bentrok pelaku masuk ke lorong ambil pedang, pertama langsung kejar saya, saya lari ke pos Cinde mungkin dia takut karena di situ ada polisi. Jadi dia kejar kawan- kawan saya yang lain" jelasnya.

Terlapor Jimmy Hutabarat bukan hanya mengejar korban Okta, akan tetapi juga mengajarkan rekan kerja korban yang lain, dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang. Memakai mobil patroli petugas juga dirusak.

"Kami orang berlima terlapor sendirian tapi menggunakan pedang, bukan hanya mengayunkan tapi mau membacok, waktu dia bacok teman saya kena spion mobil dinas sebelah kiri, setelah itu pelaku kabur karena melihat polisi" terangnya.

Sementara itu. Kepala SPKT Polda Sumatera Selatan, AKBP Takdir membenarkan jika pihaknya menerima laporan dari korban, prihal pembacokan terhadap petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang oleh seorang juru parkir.

"Kita menerima laporan terkait pengancaman, kasus saat ini masih kita tindak lanjuti, selanjutnya korban kita arahkan ke Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan untuk ditindaklanjuti" ungkap AKBP Takdir.(Ly)