12.439 Pemilih Ganda di OKI Hasil Pencermatan Bawaslu OKI

12.439 Pemilih Ganda di OKI Hasil Pencermatan Bawaslu OKI
Ilustrasi (net/sp.beritasatu.com)

KAYUAGUNG, MEDIASRIWIJAYA.com -- Sebanyak 12.439 pemilih ganda by name by adress di daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019. Berdasarkan hasil pencermatan yang dilakukan oleh pihak Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (13/9/18).

Ketua Bawaslu OKI, Ihsan Hamidi melalui Kordiv Hukum Data dan Informasi  Bawaslu OKI, Hadi Irawan mengatakan, berdasarkan dokumen berita acara pleno rekapitulasi Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) akhir, berita acara pleno penetapan Data Pemilih Tetap (DPT) pemilu tingkat KPU dengan rincian 18 Kecamatan 327 kelurahan/desa, 2166 TPS jumlah DPT 508.567 dengan rincian 260.698 laki-laki dan 247.869 perempuan.

Dijelaskan Hadi, berdasarkan hasil pencermatan yang dilakukan pihaknya terhadap by name by adress DPT pemilu 2019, terdapat pemilih ganda sebanyak 12.439. Untuk itu pihaknya meminta KPU melaksanakan pencermatan secara faktual data pemilih yang bermasalah dalam DPT yang masih ditetapkan. “Artinya DPT ini dapat berkurang, dan hari ini akan dilakukan pleno penetapan DPSHP," tutur Hadi.

Bila benar yang ditemukan adanya kegandaan dan masih terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat, maka Bawaslu OKI merekomendasikan KPU untuk dilakukan perubahan terhadap berita acara rekap dan penetapan DPT No30/BA/VIII/2018 yang telah ditetapkan pada 19 Agustus lalu. 

Permasalahan masih adanya DPT ganda tersebut misalnya nama yang tertulis sama sehingga harus dicermati dan diambil yang benar lalu yang lainnya akan dicoret. Ini terjadi hampir di seluruh kecamatan di wilayah OKI.
 
Ketua KPU OKI Dedi Irawan SIP MSi melalui Kasubag  Program  dan Data KPU OKI, Chandra Marta mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pencermatan kalau memang benar ganda akan dihapus. Hari ini pihaknya melakukan rapat pleno terbuka penetapan DPSHP. Terkait DPT di Desa Lempuing Jaya Bawaslu OKI mengakui data yang terimput dua kali sehingga data yang diperoleh double.

Sementara untuk penyebab ganda pihaknya belum mengetahui karena masih dicermati dan datanya sudah diturunkan ke tingkat PPK dan PPS. "Ada yang sudah kami cek tapi tidak benar ganda," tandasnya. (Novi)