Polres Banyuasin Gagalkan Pengedaran 500 Butir Pil Ekstasi 

Polres Banyuasin Gagalkan Pengedaran 500 Butir Pil Ekstasi 
MS/DARMA Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk didampingi AKP Widhi Andika Darma SIk dan kedua tersangka kasus narkoba.

BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA -- Sebanyak 500 butir pil geleng, ekstasi gagal diedarkan oleh tersangka Lezi Efriansyah (29) warga Lumputan Sekayu dan Junaidi (29) warga Muara Teladan Sekayu. Setelah kendaraan dihentikan polisi undercover dari Polres Banyuasin.

Pil geleng berlogo Redbull hijau yang disimpan rapat di dalam mobil terhenti di Jalan Desa Lebung - Lubuk Saung Kecamatan Banyuasin III, Sabtu (7/3/2020) siang. Dan dilakukan pengembangan ternyata si bandar besarnya sudah terburu kabur dari gerbekan polisi.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk didampingi AKP Widhi Andika Darma SIk menjelaskan, diamankan 2 tersangka karena ingin mengantarkan pesanan narkotika pil extacy kepada W di Rantau Bayur. 

Tersangkanya adalah LE dan J berhasil ditemukan 500 butir narkotika pil ekstasi 200 gram mengunakan mobil avanza Toyota dan 2 handphon yang diamankan. "LE dan J diamankan berkat laporan dari masyarakat," kata AKBP Danny saat press rilis, di Mapolres Banyuasin, Selasa (10/3/2020).

Akibat perbuatan kedua tersangka, tegas Kapolres dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup denda 10 miliar atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, denda paling sedikit Rp.2 milyar dan paling banyak Rp.10 miliar," jelas AKBP Danny.

Digagalkan narkotika ini, terang Kapolres artinya pihak kepolisian Banyuasin, telah menyelamatkan 1000 jiwa warga di Rantau Bayur dan sekitar.

Menurut tersangka, timpal Kasat Narkoba AKP Widhi, pil extacy di jual Rp 100 ribu perbutir dan uang hasil penjualan narkoba akan digunakan untuk mengurus orang tuanya yang mendekam dalam penjara tersandung kasus nakorba. "Ayah tersangka sebulan yang lalu, juga disel Polres Sekayu. Karena kedua tersangka adalah anak dan menantu," tandas AKP Widhi. (ydp)