PLN Siap Beli Listrik 13 USD Per kWh

PLN Siap Beli Listrik 13 USD Per kWh
Ilustrasi pengolahan sampah menjadi energi listrik

1000 Ton Sampah Palembang Hasilkan Listrik 20 MW 
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Proyek incenelator dipastikan pertengahan tahun 2020 mulai dikerjalan oleh PT Indo Green. Pemerintah Kota Palembang memastikan 1000 ton sampah yang menjadi bahan baku akan menghasilkan 20 Mega Watt (MW). 

Sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 35 Tahun 2018, Palembang ditetapkan sebagai salah satu kota yang menerapkan incenelator di Indonesia. Incenerator menjadi langkah dalam menyelesaikan persoalan sampah. Dimana, tungku pembakaran akan menjadikan sampah menjadi energi listrik.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan rencana penanganan sampah dengan incenelator ini sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satunya PLN mendukung proyek ini dan siap membeli listrik yang dihasilkan. "PLN akan membeli listriknya, kita akan siapkan regulasinya," katanya usai melakukan rapat bersama PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB), di Kantor PLN, Kamis (16/1).

Harnojoyo mengatakan nilai investasi pembangunan incenelator di Keramasan itu senilai Rp1,7 triliun. Dipastikan setelah perjanjian kerjasama Januari ini tuntas, 2022 incenelator sudah bisa menghasilkan listrik. "1000 ton sampah yang digunakan akan menghasilkan listrik 20 MW. Artinya 1 MW setara dengan 1000 kilo watt (KW). Ini bisa menerangi ratusan ribu rumah," katanya. 

General Manager (GM) PT PLN WS2JB Daryono mengatakan pihaknya siap membeli listrik yang dihasilkan sesuai dengan tarif listrik yang ditentukan oleh pemerintah. Sama halnya yang pihaknya terapkan kepada PT Indo Green yang menjual hasil dari incenelator itu. "Pembelian listrik tarifnya 13,75 USD per Kilowatt Hour (kWH). Hasil listriknya itu yang salurkan ke masyarakat," katanya. (rin)