Perkuat Pendidikan Karakter

Perkuat Pendidikan Karakter
Suasana belajar di SdN 150 Palembang.(Foto Ist)

Cegah Bullying

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Tindakan bullying di lingkungan sekolah dapat menimbulkan dampak terhadap pertumbuhan mental anak. Salah satunya ialah terjadinya depresi hingga hilangnya rasa percaya diri anak.

Kepala SD Negeri 150 Natalinda, S.Pd.SD mengatakan untuk mencegah bullying di sekolahnya sebagai langkah sekolah pihaknya perkuat pendidikan karakter yakni  selalu menanamkan prilaku baik dan tidak melakukan bullying di lingkungan sekolah, serta menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman. "Perilaku bullying bisa berdampak kepada mental anak, bahkan bisa mengakibatkan depresi. Kita ingin lingkungan sekolah bebas dari sikap bullying dan dapat memberikan kenyamanan kepada anak ketika bersekolah," katanya.

Adapun dalam penerapannya, pihak sekolah menggandeng seluruh unsur mulai dari guru, hingga orang tua siswa untuk bersama- sama memberantas bullying.

Guru-guru berperan dalam pengawasannya dan apabila ditemukan, akan ada sanksi tegas dari sekolah. Maka, prilaku tidak baik ini harus segera dihentikan. Meski sejauh ini belum ditemukan perilaku bullying, apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini, hal itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.

"Bullying yang terjadi hanya kecil, misalnya mengolok-olokan nama orang tua. Tapi itu tidak berdampak negatif terhadap mental siswa, jadi harus kita hentikan segera agar tidak terjadi," katanya.

Selain itu lanjutnya untuk mencegah bullying pihaknya selalu memfokuskan pendidikan karakter salah satunya dengan mengaktifkan jam ke nol dan kegiatan esktrakurikuler seperti pramuka. “Dengan kegiatan tersebut mudah-mudahan tindakan bullying dapat dihindari,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Kota Palembang Bahrin, S.Pd.MM mengatakan, cegah bullying sekolah harus perkuat pendidikan karakter. “Itu diperlukan sebagai salah satu pencegahan tindakan bullying di sekolah,”tegasnya.

Pendidikan karakter perlu diperkuat agar karakter anak juga bisa dibentuk dengan baik. Guru ataupun orang tua tidak selamanya bisa langsung mengawasi tingkah laku anak-anak sehingga perlu dilakukan pencegahan. ”Kunci pokoknya adalah pendidikan karakter. Pendidikan anak harus diperkuat di sekolah-sekolah,”ujarnya.

Bahrin berharap angka kekerasan terhadap anak, baik yang dilakukan oleh guru harus segera dihilangkan. Jika terjadi kesalahpahaman antara wali murid, anak, dan guru, harus mengedepankan mediasi. ”Kita berikan pemahaman kepada guru, kepala sekolah di sekolah agar tidak ada kesalahpahaman dengan anak dan wali murid,” ujarnya. (san)