Penumpang Sriwijaya Air Turun Akibat Kabut Asap

Penumpang Sriwijaya Air Turun Akibat Kabut Asap
(Foto Ist)

PALEMBANG, MS - Akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, sejak dua pekan ini berdampak pada menurunnya penumpang maskapai Sriwijaya Air. Hal itu, terjadi karena kerap terjadinya penundaan penerbangan.

“Gangguan kabut asap, dirasakan dengan berakibat delay tetapi belum sampai terjadi pembatalan pemberangkatan,” kata District Manager Sriwijaya Air-NAM Air Palembang, Taufik, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui sampai saat ini, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang masih tergolong bisa didarati pesawat untuk di jam-jam tertentu. Dan sesuai dengan ketentuan, untuk jarak pandang pesawat mendarat di landasan pacu minimal 5.000 meter, hanya saja di pagi hari jarak pandang biasanya di bawah jarak tersebut.

Taufik mengaku beberapa hari lalu pesawat Sriwijaya Air sempat mengalami delay selama 30 menit dan selama kabut asap melanda sedikitnya sudah tiga kali jadwal penerbangan milik maskapai Sriwijaya Air-NAM Air mengalami delay. Pesawat yang alami keterlambatan tersebut hanya berlaku saat pagi hari dengan rute tujuan ke Pangkalpinang dengan jam keberangkatan 07.30 WIB.

“Hanya saja pesawat yang delay tidak terlalu lama hanya sekitar 30 menit dan menunggu cuaca cerah, biasanya matahari terbit kabut mulai menipis,” katanya.

Menurut Taufik, kabut asap yang melanda Palembang juga turut mempengaruhi minat penumpang pesawat yang akan berpergian pasalnya turun 10 persen untuk rute tertentu terutama rute yang akan melanjutkan ke kota yang ada di Kalimantan.

“Sebelum pesawat terbang, kita juga mendapatkan laporan cuaca yang selalu diperbaharui setiap jam, dan itu detail mulai arah angin, jarak pandang dan lainnya,” jelasnya.

Sedangkan untuk load factor atau tingkat keterisian penumpang sampai saat ini mencapai 75 persen untuk rute ke Jakarta. Angka tersebut tergolong masih termasuk bagus di tengah kondisi low season saat ini yang masih berlangsung hingga Oktober mendatang. (net)