Pengiriman Narkoba 106 Kg Berhasil Digagalkan

Pengiriman Narkoba 106 Kg Berhasil Digagalkan
ms/lily - Kapolda Sumsel bersama jajaran dengan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan.

PALEMBANG, MS.com -  Tim Khusus (Timsus) Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel, berhasil menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja daun kering, sebanyak 106 Kg, saat truk Fuso yang membawa narkoba melintas di Jalan Lintas Sumatera Palembang Jambi Desa Bayung Lincer Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel, Senin (29/4) pukul 14.30 wib.

Terungkapnya pengiriman ganja, setelah Timsus Ditresnarkoba Polda Sumsel mendapat informasi jika akan ada pengiriman ganja kering dalam jumlah besar, melintas di Sumsel truk puso hendak ke Jakarta. 

"Kita mendapat informasi dari jaringan kita, akan ada ganja masuk, info awal sebanyak 200 kg, mobil truk Fuso ini dihentikan dan digeledah didapati 106 kg ganja" ungkap Kapolda Sumsel.

Dari pengeledahan terhadap mobil fusi Hino dengan nomor polisi (Nopol) K 1435 RH, yang dikemudikan oleh Rizkyansyah alias Rizky bin Margono (44), sopir, warga Desa Beketel Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah dan kernek tersangka Mujianto alias Anto bin Nasip (45) warga Dusun Muara Pikuk Desa Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan oleh petugas.

Akhirnya di bagian dalam mobil petugas menemukan 6 karung plastik berisikan 99 bal narkotika jenis ganja kering dengan berat bruto 106 kg. 

"Ganja ini berasal dari Aceh, kedua tersangka dari kelompok Aceh. Tapi pelaku pelakunya dari Jawa tengah, kata tersangka ganja ini sebanyak 105 kg akan tetapi setelah kita timbang totalnya 106 kg, info awalnya 200 kg." jelasnya.

Untuk modus para tersangka dalam pengiriman barang haram tersebut, tergolong rapi, untuk menghindari pemeriksaan petugas dengan berbagai cara selalu ditutupi dengan barang atau muatan isi truk.

 "Dari pengakuan tersangka hanya membawa ke Jakarta, membawa mengunakan truk fuso, dengan kamuflasekan (ditutup) dengan kertas semen dan arang" ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain.

Untuk kedua tersangka, dikatakan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain, dapat dijerat dengan primer pas 114 ayat (2) Jo pas 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2019, tentang narkotika, ancaman hukuman pidana mati pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun paling lama 20. "Untuk kedua tersangka  harusnya hukuman mati" ujarnya.

Sementara itu tersangka Rizkyansyah alias Rizky bin Margono (44), dirinya baru pertama kali lantaran tergiur dengan upah yang dijanjikan sebesar 20 juta perorang. 

"Baru satu kali, saya disuruh Abu, bawa ganja ini ke Jakarta, diupah 20 juta perorang," aku tersangka.

Untuk melancarkan niatnya, masih dikatakan tersangka Rizky. "Ganja ini diletakan di bawah ditutupi kertas semen dan arang, tapi pas di kawasan sebelum sejawat Bayung lincer ditangkap polisi," akunya. 

Di bulan yang sama April 2019, tepatnya 1/4 sekitar pukul 22.30 WIB, petugas timsus berhasil menggagalkan pengiriman sabu seberat 2 kg, beserta sang kurir Samsul Abidin alias Hasan (35), warga Kampung seraya RT 02 RW 03 Kelurahan Kampung Seraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

 

MS/lily - Barang bukti ganja kering yang berhasil digagalkan Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Tersangka Samsul Abidin Alias Hasan, ditangkap jajaran Unit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumsel, saat under cover buy, di dalam kamar Hotel Alam Sutra nomor 309 di Jalan Kolonel Haji Burlian Palembang, dari tangan tersangka petugas mengamankan 2 bungkus besar berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2 kg. (Ly)