Pengelola Vila Keluhkan Pembatalan Pesanan

Pengelola Vila Keluhkan Pembatalan Pesanan
Tugu Rimau di Gunung Dempo Kota Pagaralam yang masuk kawasan hutan lindung.(foto ist)

PAGARALAM, MEDIASRIWIJAYA - Serangan harimau yang menewaskan tiga petani di Pagaralam meresahkan pemilik vila dan penginapan di kawasan lembah Dempo tersebut. Insiden itu membuat kunjungan wisatawan turun drastis.

Muhammad Ramadian, pengelola vila di Pagaralam mengaku sudah menerima 130 pembatalan setelah adanya serangan harimau. Padahal, selama ini masa libur tahun baru, vila di Pagaralam banyak dipesan wisatawan.

“Sekarang penurunan wisatawan sudah 80 persen. Saya  tak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya pasrah dengan kondisi ini,” kata Ramadian, dikutip dari kompas.com, Minggu (22/12).

 Keadaan ini memaksa Ramadian merumahkan empat karyawan untuk menutupi operasional 22 vila yang dikelolanya. Bahkan, salah satu restoran yang dikelolanya di kawasan kaki Gunung Dempo akan berhenti beroperasi dalam waktu dekat karena sepinya para wisatawan.

“Di Pagaralam ini hanya ada dua momen, lebaran dan tahun baru. Namun, untuk tahun baru sudah tidak bisa apa-apa lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Salahkan Harimau Jika Manusia Masih Buas Memburu Babi
Pemerintah Kota Pagaralam, diharapkan Ramadian, segera bertindak untuk mengatasi situasi konflik harimau dan manusia sehingga tidak lagi membuat masyarakat dan wisatawan resah. Ramadian juga meminta keringanan pajak untuk kondisi tersebut. Pasalnya kerugian yang dialaminya begitu membengkak.

“Tahun ini saya merugi Rp 180 juta. Ini sama saja seperti bencana alam, kami harap Pemkot Pagaralam memberikan dispensasi pajak,” ujarnya.(net)