Pembuang Kulit Duren Meradang

Pembuang Kulit Duren Meradang
Para pelaku tertunduk ketika diintrogasi Kasat Pol PP Kota Palembang

* Digaruk Pol PP Kota Palembang
* Sanksi Denda dan atau Kurungan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  - Viralnya video pembuangan sampah beberapa karung kulit dan sampah buah durian ke Sungai Musi tepatnya di atas Jembatan Musi IV menjadi atensi khusus Pemerintah Kota Palembang. Respon cepat pun dilakukan untuk menangkap oknum pembuangan sampah yang diangkut oleh Angkot Jurusan Sayangan-Lemabang.  

Dinas Perhubungan Kota Palembang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang berhasil mengamankan kendaraan beserta empat oknum yang terkait dalam pembuangan sampah yang berisi kulit durian sebanyak tujuh karung itu. 

Kepala Dinas Satpol PP, GA Putra Jaya mengatakan pihaknya mengamankan dua oknum yang menjadi pelaku pembuang sampah ke Sungai Musi. Mereka adalah Agus Haryanto (31) warga 13 Ilir yang menjadi sopir dan kernet, Ade Rio warga 1 Ilir Palembang. 

"Untuk Sopir yang diamankan ini si Sopir mengaku disuruh oleh salah seorang pegawai usaha durian di Pasar Kuto, tujuh karung upahnya Rp 20 Ribu," ujarnya, Senin (13/1)

Lanjut Kasatpol PP, tindakan yang dilakukan melanggar Perda 3 Tahun 2015 Pasal 55 Tahun tentang larangan pembuangan sampah dengan acaman kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. "1x24 Jam kita tahan dulu karena masuk Tipiring (Tindak Pindana Ringan) disini , setelah akan kita sidang yustisi akan kita jadwalkan," ujarnya.

Agus Haryanto mengatakan pembuangan sampah dirinya lakukan bersama rekannya sekitar pukul 23.00 WIB. Ia baru pertama kali membuang sampah ke Sungai Musi, alasannya karena terdesak dan bingung untuk menempatkan karung sampah kulit durian. "Nak dibuang ke dekat Boombaru dak boleh, jadi refleks bae dibuang ke sungai," ujarnya

Sedangkan, untuk dua oknum lainnya yang diamankan adalah pemilik angkot atas nama Nevri dan Adi Julianto yang memerintahkan untuk membuang sampah kulit durian. Oknum Pelaku pembuang sampah.(rin)