Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2020 Dibuka Pangdam II Sriwijaya 

Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2020 Dibuka Pangdam II Sriwijaya 

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA.com - Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, pimpin Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun 2020, bertempat di Makodam II Sriwijaya Palembang, Jumat (14/2/2020).

Upacara Operasi Gaktif dan Operasi Yustisi ini mengusung tema 'dengan operasi gaktib dan operasi yustisi tahun 2020 Polisi Militer siap meningkatkan ketaatan hukum disiplin dan tata tertib prajurit guna membantu TNI yang profesional dan menjadi kebanggaan rakyat menuju Indonesia baru', dihadiri oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto, Danlanud Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Kolonel Pnb Firman Wirayuda, Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Saryanto, Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Yudo Nugroho, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni, Kasat Pol PP Sumsel Aris, Dinas Perhubungan serta Pejabat Utama Kodam II Sriwijaya.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, menuturkan jika Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun 2020 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. "Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun 2020, dilaksanakan serentak seluruh indonesia, di Jakarta dipusatkan di Mabes TNI, dan di Kodam Kodam masing-masing, terkoordinir TNI AU, TNI AL dipusatkan di sini," ungkap Mayjen TNI Irwan.

Dijelaskan Pangdam II Sriwijaya, jika pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi, bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas salah satu ciri dari personalitas prajurit disiplin yang tinggi, upaya TNI dalam memelihara disiplin yang tinggi tersebut melalui Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi. "Prajurit harus lebih disiplin lebih patuh terhadap peraturan, harus mengayomi masyarakat, melindungi masyarakat, itulah diadakan operasi setiap tahun mudah-mudahan dengan Operasi Gaktib dan Yustisi ini yang dilakukan secara rutin bisa menurunkan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum oknum anggota TNI di Sumbagsel atau di wilayah Kodam 2 Sriwijaya," jelasnya.

Dicontohkan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, dari hasil evaluasi pelanggaran di Tahun 2018 dibandingkan Tahun 2019 terjadi peningkatan pelanggaran  di Wilayah Kodam II Sriwijaya (Jambi, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Sumsel). Khusus di Sumsel dalam hal ini Kodam II Sriwijaya pada Tahun 2018 dan 2091 mengalami penurunan. "Kita evaluasi tahun demi tahun ada pelanggaran yang meningkat, khusus di wilayah Kodam 2 Sriwijaya peningkatan dari Tahun 2018 ke Tahun 2019 penurunan cukup drastis tingkat pelanggaran," ujarnya.

Masih dituturkan Pangdam II Sriwijaya, tetapi ada beberapa pelanggaran yang perlu Kita waspadai, terutama pelanggaran THTI (Tidak Hadir Tanpa Izin), berlanjut ke Disersi, dan pelanggaran-pelanggaran lain seperti penyalahgunaan narkoba itu yang masih tinggi walaupun dibandingkan tahun 2018 dan 2019 Mengalami penurunan. "Namun itu masuk dalam kategori tinggi di level dari pelanggaran-pelanggaran yang ada." jelasnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi, Kodam II Sriwijaya mengandeng pihak pihak terkait, seperti kepolisian dalam hal ini Polda Sumsel, Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Sumsel. "Kita akan memberantas bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit dan PNS yang dilakukan di Wilayah Sumbagsel 5 Provinsi dengan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Polda Sumatera Selatan, Polda Lampung Polda Jambi, Bengkulu maupun Babel, termasuk juga di sini kita melibatkan POM," ujar Pangdam II Sriwijaya.

Disinggung soal teknik pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi, di lapangan, ditegaskan langsung oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan ada dua teknis Operasi dan Mobile. Teknisnya pihaknya akan melakukan operasi bersama-sama ada yang taktis ada yang sifatnya bergerak mobile ke tempat-tempat yang terlarang yang sering didatangi anggota prajurit seperti tempat hiburan, termasuk juga penertipan di lalu lintas, dan prajurit yang berkeliaran di luar waktu. "Karena selama ini kita evaluasi prajurit banyak melakukan pelanggaran di atas jam 12 malam baik di hari libur maupun hari kerja,  makanya kita lakukan operasi tersebut kita tetap melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian dengan instansi terkait seperti Pol PP Dishub," ujarnya. (Ly)