Nostalgia Cinta Pertama Deru Anak Camat

Nostalgia Cinta Pertama Deru Anak Camat
(saft/mediasriwijaya.com)
  • Rakornas Camat Regional II

MEDIASRIWIJAYA.COM. Meski masih cukup lelah, tidak membuat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru membatalkan niatnya hadir pada acara gala dinner Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Camat Regional 2 yang dilaksanakan di Kediaman Dinas Walikota Palembang malam ini, Rabu (10/10/18).

"11 Jam perjalanan saya ditambah kegiatan acara di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sebelum Maghrib saya sampai Palembang, dan saya minta sama ajudan agar saya hadir pada kegiatan malam ini untuk bertemu Camat di Regional 2 yang hadir malam ini," sampainya saat membuka sambutan.


(instagram/humaspalembang)

Lebih lanjut disampaikan Deru, menghadiri acara malam ini, mengingatkan dirinya dengan cinta pertamanya yang merupakan anak camat di kawasan Belitang, tempat dirinya tinggal semasa sekolah.

"Meski cinta saya ditolak oleh anak camat. Tapi di sana saya tahu seperti apa tugas yang diemban seorang camat tidaklah ringan. Selain harus menghadapi tantangan internal, melainkan juga eksternal," ungkapnya.

Berkaca dari itu dan pekerjaan ayahnya yang juga seorang pesirah, Bupati dua periode ini berencana mengusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar memberikan dana tunjangan komunikasi bagi camat.

"Pekerjaan camat ini bukanlah pekerjaan mudah. Karena, 24 jam camat bekerja, sedangkan tunjangan camat standar-standar saja. Jadi saya berharap ada tunjangan tambahan seperti tunjangan komunikasi untuk mereka," sampainya di hadapan 700-an camat regional 2 dan dari Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta yang hadir malam ini.

Deru mengaku sangat wajar jika para camat diberikan tunjangan tambahan seperti, pulsa telp, tunjangan kegiatan dan berbagai tunjangan lain.

"Jika saya mendapat rekomendasi, maka saya akan jadi Gubernur pertama yang mengusulkan itu ke Menteri Dalam Negeri," ucapnya.

Ke depan Deru berharap ada payung hukum terkait usulan tersebut. Karena, apa yang dikeluarkan negara tentu harus ada aturan hukumnya.

"Saya yakin Bupati, Walikota mau saja memberikan tunjangan komunikasi asalkan ada payung hukum. Dan jika mereka sepakat saya akan mintakan payung hukum tersebut," ulasnya.

Deru memastikan menjadi daerah pertama yang mengusulkan payung hukum terkait pemberian tunjangan komunikasi bagi Camat se-Indonesia.

"Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain juga. Sehingga Menteri Dalam Negeri bisa merealisasikan apa yang akan diusulkan," tandasnya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo, sangat mensupport ide untuk memberikan tunjangan tambahan bagi camat.

"Jika Gubernur jadi yang pertama dalam mengusulkan, maka kami Kota Palembang jadi kota pertama yang akan mensupportnya," ujarnya.

Terkait dengan Palembang sebagai tuan rumah Rakornas Camat Regional 2 dalam dua hari ke depan di Kota Palembang, Harnojoyo berharap rapat yang akan dimulai besok, betul-betul menghasilkan rekomendasi yang baik terkait pelayanan.

"Saat ini beberapa kewenangan yang sudah diserahkan ke camat, seperti Pelayanan Terpadu Kecamatan (Paten). Tentu ke depan peranan camat dalam membantu kepala daerah dapat lebih meringankan kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," terangnya. (Saft)