Minimalisir ‘Permainan’ Uji KIR, Dishub Terapkan Smart Card 

Minimalisir ‘Permainan’ Uji KIR, Dishub Terapkan Smart Card 
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Antonio Ramadhan.(foto ist)

KAYUAGUNG, MEDIASRIWIJAYA – Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan segera menggunakan smart card dalam proses uji KIR kendaraan, di Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) setempat. Hal ini menyusul kedatangan alat uji KIR baru beberapa waktu lalu.

“Di PKB itu ada alat baru sudah kita datangkan seperti SIM PKB jadi dak pakai buku lagi, tapi pakai kartu,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Antonio Ramadhan didampingi Sekretaris Dishub OKI, Rayen, melansir fornews, Senin (09/03).
 
Menurut dia, dengan adanya alat ini indikasi kecurangan dalam kegiatan uji KIR bisa diminimalisir. Bahkan di berharap kecurangan atau permainan oknum dalam uji KIR ini bisa dihilangkan.

Karena sistem kerja alat ini akan langsung terkoneksi dengan data di Kementerian. “Jadi ketika kendaraan datang (ke tempat uji KIR) layak dan tidak layak dari sini bisa ditentukan. Karena ke depan kalau sudah diterapkan ini harus bawa mobil ke tempat uji karena sudah terkoneksi dengan kementerian,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya diharapkan dapat menghilangkan oknum pembuat surat uji KIR palsu. “Itu kan kalau kita dengar beritanya banyak di daerah lain yang membuat surat uji palsu. Kita tinggal tunggu perintah dari pusat kapan ini akan diterapkan,” ujarnya.

Dia menuturkan, untuk smart card ini akan lebih sulit dipalsukan. “Mungkin kalau kartunya bisa saja dipalsukan, tapi kan ada datanya yang tidak semua orang tahu. Kalau ada indikasi kecurangan mudah mudah dilacak karena yang tahu ini hanya beberapa orang saja,” tegasnya.

Dijelaskannya, imbauan dari dirjen terkait penggunakan alat ini sebenarnya telah keluar sejak 2018 lalu dan pihaknya langsung mulai mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan hingga akhirnya alat tersebut ada. Kalau tidak sanggup menyiapkan, kata Antonio uji KIR yang ada di Kabupaten akan ditutup sehingga ini akan menyulitkan pemilik kendaraan untuk melakukan uji KIR.

“Bisa tetap ada, tapi yang kelola pusat bukan kita (Pemkab), makanya ini kita kejar biar bisa kelola sendiri. Mungkin pertengahan tahun atau akhir tahun ini mulai diterapkan,” jelasnya.

Masih kata Antonio, retribusi dari sektor ini menjadi salah satu sektor unggulan dari Dishub OKI untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Tahun ini kita ditarget di angka sekitar Rp440 juta, sekarang realisasi sekitar 17 persen artinya perbulan itu sekitar delapan persen. Kalau kita hitung-hitung insyaallah ini tercapai target di akhir nanti,” ujarnya.(net)