Meski Disumpah, Penerima PKH tak Mau Mundur

Meski Disumpah, Penerima PKH tak Mau Mundur
Foto: Pemerintah Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) bersama Pemerintah Desa Babat dan Koordinator Kecamatan (Korcam) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang kelayakan terhadap penerima manfaat PKH, serta melaksanakan pemasangan stiker bagi rumah-rumah yang sudah terdata sebagai penerima Pkh.

MUSIRAWAS, MS - Pemerintah Kecamatan Suku Tenggah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) bersama Pemerintah Desa Babat dan Koordinator Kecamatan (Korcam) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang kelayakan terhadap penerima manfaat PKH, serta melaksanakan pemasangan stiker bagi rumah-rumah yang sudah terdata sebagai penerima Pkh.

Camat Stl Ulu Terawas Saparudin Husein SSos, Rabu (16/10) mengatakan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi dan pemasangan stiker ini, merupakan suatu bentuk upaya guna menyadarkan masyarakat.

 Yang mungkin selama ini sudah banyak penerima tidak layak lagi untuk menerima pemanfaatan Pkh maupun bantuan-bantuan lain dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah. "Untuk itu kami selaku pemerintah kecamatan sudah berusaha menyadarkan masyarakat, mudah-mudahan dengan adanya pemasangan stiker ini ada kesadaran dari masyarakat dengan sendirinya.

Sehingga yang dikatakan sudah mampu mau mengundurkan diri sebagai peserta penerima bantuan dari pemerintah, "kata Camat.

Kepala Desa (Kades) Babat International mengharap bagi warga yang sudah mampu dan tidak layak lagi mendapat bantuan, bisa mengundurkan diri dari peserta penerima bantuan. Jika nanti dalam sosialisasi dan pemasangan stiker ini ada yang mau mengundurkan diri sebagai penerima PKH hingga bantuan lainnya. "Ke depan akan kami usulkan kepada dinas sosial atau dinas instansi terkait bahwa peserta penerima bantuan ini, mengundurkan diri dan akan segera dialihkan, " cetus Kades.

Sementara itu sewaktu Kepala Dusun (Kadus) IV Talang Jaya Babat Desa Babat Kadar melakukan sosialisasi dan pemasangan stiker ke rumah-rumah warganya. Ditemukan beberapa keluarga yang sudah masuk dalam kategori mampu namun belum bersedia mengundurkan diri, dari peserta penerima manfaat PKH dan bantuan lain. "Seperti Ibu Elmi istri dari Jumadi, Jon Kenedi suami Ibu Nurmala dan beberapa warga lainnya belum menginginkan untuk mundur walaupun harus membacakan sumpah yang tertera di stiker tersebut," ungkapnya.

Menurut Ibu Nurmala ketika diwawancarai awak MS sewaktu adanya sosialisasi dan pemasangan stiker di rumahnya. Dia mengakui memang saya belum mau mengundurkan diri dari penerima Pkh, dengan alasan kalau dilihat dari kondisi rumah yang saya tepati ini, memang sudah masuk dalam orang yang sudah mampu.

 Akan tetapi hanya rumah ini saya yang terlihat mewah kalau dipandang sepintas, sementara saya memiliki dua orang anak lagi yang masih duduk di bangku sekolah. Baik itu di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan saya hanya penjual gorengan di pasar agropolitan simpang empat Kelurahan Terawas. "Untuk menafkahi dan memberikan kebutuhan bagi anak-anak, sementara suami hanya sebagai kuli bangunan hingga sekarang masih ngangur belum mendapat pekerjaan," ucap dia.

Begitu juga dengan Ibu Elmi jika dilihat dari rumah saya ini memang sudah tidak layak lagi menerima bantuan ini, namun saya masih banyak memerlukan kebutuhan. Sebab saya belum merasa menjadi orang yang sudah mampu dan kaya raya, meskipun rumah yang saya tempati ini sudah berdinding batu bata. "Karena untuk membiayai anak yang sedang kuliah, SMA dan SMP itu sangat membutuhkan banyak biaya tetapi ekonomi kami masih lemah, " bebernya. (zul)