Mengeluh Omzet Turun Drastis, Ingin Ada Win-Win Solution

Mengeluh Omzet Turun Drastis, Ingin Ada Win-Win Solution
Ketua DPRD Kota Palembang, H Darmawan SH, saat turun kelapangan mendengarkan langsung keluhan masyarakat (fdl)

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA.com - Sorot mata Toha (42) terlihat menerawang ke depan sembari memandangi lalu lalang kendaraan yang melintasi Jl Sudirman. Toha hanya satu di antara ratusan pekerja yang merasa terancam periuk nasinya pasca kebijakan larangan parkir di sepanjang ruas Jl Jenderal Sudirman oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang kurun beberapa waktu terakhir.

“Saya kerja dari pagi pukul 8.00 wib sampai menjelang magrib. Kalau biasanya dapat antara 10 hingga 15 pelanggan per hari. Tapi kini untuk bisa mendapatkan 5 pelanggan saja sangat sulit,”ungkap Toha yang kesehariannya merupakan tukang pangkas rambut di barber shop Mas Djoko ini saat dibincangi.

Di barber shop yang mulai ada sejak tahun 1979 ini mempekerjakan sebanyak 9 tukang cukur plus dua orang kasir. Menurut Toha pasca kebijakan yang dinilainya sepihak lantaran hanya dikirim surat edaran tanpa sosialisasi ini, omzet di barber shop ini turun hingga 70 persen. Hal ini lantaran pelanggan tidak dapat memarkirkan lagi kendaraannya secara leluasa di depan seperti sebelumnya. “Pernah ada kejadian beberapa hari yang lalu menemani anaknya untuk gunting rambut di sini parkir mobilnya di Hotel Horison. Pas baru keluar tiba-tiba dia dijambret sampai tersungkur ke aspal hingga mengalami luka-luka.

Itu hanya salah satu contoh kasus yang terjadi sebagai dampak pelarangan parkir,” ungkapnya. Tak cuma itu saja, selang dua minggu yang lalu telah dimulai pengerjaan pembuatan taman di sepanjang Jl Sudirman yang kian membuat toko-toko di sepanjang ruas jalan protokol ini kian terjepit. “Mereka buat taman di depan toko sehingga pelanggan kian malas buat turun.

Apalagi taman yang dibuat ini katanya dipermanenkan,” keluhnya. Kini, dengan berkurangnya pendapatan sebagai dampak penutupan Jl Sudirman ini yang berimbas terhadap minimnya pendapatan yang diterima, Toha harus memutar otak bagaimana caranya untuk bisa menafkahi keluarganya. “Saya punya anak yang lagi sekolah di SMA setiap hari butuh ongkos masing-masing Rp20 ribu. Ada yang lagi sekolah di SD dan ada yang masih kecil, entah gimana kalau kondisi seperti ini terus berlanjut,” keluh Toha dengan mata memerah berupaya menahan tangis. Menanggapi keluhan ini, Ketua DPRD Kota Palembang, H Darmawan SH berharap instansi terkait agar secepatnya mencarikan win-win solution agar jangan sampai masyarakat yang dirugikan.

“Dewan siap untuk memfasilitasi. Kita bakal segera memanggil instansi terkait, kita bakal lakukan hearing,”imbuh Darmawan yang kebetulan merupakan pelanggan tetap dari Barber Shop Mas Djoko ini.(fdl)