Melalui Program Satu Desa Satu Diniyah Lahirkan Anak Berakhlakulkarima Sejak Dini

Melalui Program Satu Desa Satu Diniyah Lahirkan Anak Berakhlakulkarima Sejak Dini

INDRALAYA, MEDIASRIWIJAYA --Program pendidikan Islam Satu Desa Satu Diniyah merupakan Program Keinginanan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, untuk memberlakukan secara imbang antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dalam kegiatan pendidikan di kalangan umat Islam. Program tersebut, Sebagai upaya untuk menjembatani antara sistem pendidikan tradisional yang dilaksanakan oleh pesantren dan sistem pendidikan modern. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini, terutama internet, media sosial, dan acara televisi, dapat  memberikan dampak positif, namun juga menimbulkan pengaruh negatif pada anak khususnya permasalahan moral. 

Melalui Progaram Satu Desa Datu Diniyah inilah, upaya Pemerintah Ogan Ilir, membentengi anak bangsa dari pengaruh negatif, membentengi anak dari bahaya narkoba, dan membentengi moral akhlak anak-anak  dari pengaruh negatif kemajuan IPTEK dan budaya milenium. Sebagai Daerah Santri yang mempunyai sopan santun,. “Program Satu Desa Satu Diniyah” adalah bentuk inovasi penerapan pendidikan karakter anak-anak di kabupaten Ogan Ilir, pendekatan pendidikan nonformal berjenjang sisi keagamaan dan budaya suatu daerah atau desa. Kurikulum yang diajarkan dalam Program Satu Desa Satu Diniyah, adalah baca tulis Al-Qur’an; (pemahaman Tajwid), Pelajaran Hadist, Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Pelajaran Akidah Akhlag, Praktek Ibadah, Hapalan Al-Quran, dan kemudian pelajaran yang dibutuhkan anak-anak lainnya sesuai kebutuhan peserta didik di setiap desa. 

Saat ini, jumlah Sekolah Pendidikan Islam Progran Diniyah ialah 227 Madrasah tersebar di setiap Desa yang ada di 16 Kecamatan, wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ketua Pembina Program Satu Desa Satu Diniyah Kabupaten Ogan Ilir, Marwansyah menyampaikan saat ini program pendidikan islam Madrasah Diniyah yang digagas Bupati Ogan Ilir H.M.Ilyas Panji Alam, berjalan dengan sangat lancar dan terprogram, sudah tersebar di seluruh wilayah Ogan Ilir. ”Untuk tenaga pengajar dan adimistrasinya, berjumlah 8 Orang pada setiap desa masing-masing, selaku pembinanya ialah kepala desa setempat, usia anak didik yang kita ambil untuk menjadi Santri Diniyah adalah Murid Sekolah Dasar yang duduk di bangku Kelas 3 sampai Kelas 6, ”terang Ketua Pembina Madrasah Diniyah Ogan Ilir. Program Satu Desa Satu Diniyah Kabupaten Ogan Ilir, adalah program pendidikan Islam pertama di Sumatera Selatan, bahkan program pertama kali di Indonesia.(Ber)