Mahasiswa Harus Siap Hadapi Society 5.0.

Mahasiswa Harus Siap Hadapi Society 5.0.
Suasana kegiatan Fakultas Magister Managemen (MM) menggelar kegiatan Sriwijaya Economics, Accounting and Conference Society 5.0 For New Human - Centered Development Opportunities and Challenges di Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Universitas Sriwijaya melalui Fakultas Magister Managemen (MM) menggelar kegiatan Sriwijaya Economics, Accounting and Conference Society 5.0 For New Human - Centered Development Opportunities and Challenges di Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bukit Besar, Rabu (6/11)

Conference ini sebagai narasumber Dr Agung Firman Sampurna,  Prof Zahirul Hoque Ph D,  Prof A. K. Dey,  Prof Dr Bernadette Robani, Prof Roszaini Haniffa Ph D, Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Anis Saggaff.

Ketua BPK RI Dr Agung Firman Sampurna mengatakan kemajuan teknologi berdampak baik juga buruk.  Dimana hal kesiapan menghadapi society 5.0. Saat ini sudah masuk ke dalam masa society 4.0 berbagai pekerjaan digantikan oleh mesin juga beberapa pekerjaan baru akan muncul. "Kita mempersiapkan diri terutama kaum mahasiswa dan mahasiswi yang berperan aktif nantinya dalam society 5.0 harus memiliki pemahaman dalam hal informasi teknologi agar bisa memanfaatkan teknologi," ujarnya.  

Agung menjelaskan, dengan teknologi informasi banyak yang didapatkan serta dirancang menjadi pengetahuan yang menciptakan lapangan pekerjaan. Ada juga masalah dimana beberapa pekerjaan akan digantikan mesin dan robot. Tetapi ada masalah sebagian pekerjaan Jusmen yang dimiliki oleh manusia yang tidak bisa digantikan oleh robot. "Seperti Dokter mungkin robot bisa mengetahui sakit apa seseorang. Tentu saja robot tidak bisa memberikan tindakan secara cepat seperti kebanyakan dokter manusia," katanya.

Menurutnya, ada juga pekerjaan yang akan timbul dan sudah ada saat sekarang. Seperti pekerjaan analisis games yang tidak ada 10 sampai 20 tahun lalu.

Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Anis Saggaff menambahkan, perkuliahan tidak seperti dulu lagi. Kuliah bisa online ini menunjukkan teknologi dapat mempermudah pekerjaan. Berbagai referensi baik dari dan luar negeri semua mudah diakses. Jadi perkuliahan tidak semata dosen menjelaskan mahasiswa mencatat tetapi lebih kepada diskusi.

Unsri juga bekerja sama dengan tempat dan dunia untuk berbagai bidang. Agar para mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmunya secara langsung. Jadi mahasiswa bisa langsung terjun mempraktekkan ilmunya.

"Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang teknologi serta berwawasan luas. Agar mahsiswa mengatasi masa apa pun di kemudian hari," pungkasnya. (Yanti)