LPPM Universitas Tridinanti Palembang Gelar Civil Engineering Forum 2019

LPPM Universitas Tridinanti Palembang Gelar Civil Engineering Forum 2019
Foto: para panelis dalam kegiatan Civil Engineering Forum 2019

Hadirkan Para Panelis Balai Besar Jasa Konstruksi Wilayah II, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dan Produsen Peralatan Laboratorium

PALEMBANG, MS.com - Bertempat di Aula Lt 6 Gedung Rektorat Universitas Tridinanti Palembang (UTP), berlangsung kegiatan Civil Engineering Forum 2019 yang digelar LPPM UTP bekerjasama dengan Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik UTP.  Acara dibuka resmi Rektor UTP yang dalam hal ini diwakili Pembantu Rektor Ir H Sofwan Haryadi MT.

Foto: Rektor UTP diwakili PR I Sofwan Haryadi saat memberikan sambutan.

Hadir juga para pembantu rektor di lingkungan UTP, Kepala Balai Besar Jakon Wilayah II yang juga sekaligus sebagai panelis, Ketua LPJK Provinsi Sumsel juga sebagai panelis, PT MBT di mana Pimpin PT MBT juga sebagai panelis, Penerbit Erlangga, Penerbit Andi, Penerbit Bumi Aksara, Ketua LPPM UTP, para dekan, kepala biro, ketua Prodi di lingkungan UTP dan undangan.

Foto: Para peserta dan undangan yang hadir pada acara pembukaan.

Ketua Panitia Civil Engineering Forum 2019, Yuslan Basir dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sesuai peraturan Presiden No 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan SKKNI.

Foto: Ketua Panitia Civil Engineering Forum 2019. Yuslan Basir

"Selanjutnya ada Permenristek Dikti No 59 Tahun 2018, UU No 18 Tahun 1999 serta Ketentuan Peralihan UUJK No 2 Tahun 2017 Pasal 103 maka untuk mengantisipasi hal di atas diadakanlah acara Civil Engineering Forum 2019 ini. Kami menghadirkan para panelis dari Balai Besar Jasa Konstruksi Wilayah II mewakili Regulator, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dan dari pihak produsen peralatan laboratorium," kata Yuslan Basir seraya menyebutkan tujuan kegiatan adalah sebagai ajang silaturahmi sesama insan di bidang teknik sipil, mendiskusikan bagaimana menyiapkan SDM di bidang konstruksi serta menyikapi kesenjangan antara Regulasi, Lulusan Lembaga Diklat dan kebutuhan di lapangan.

Ir Sofwan Hariyadi MT, PR I UTP

Adapun peserta pada kegiatan ini terdiri dari kalangan perguruan tinggi, akademisi khusus teknik sipil, kalangan pemerintah, BUMN, BUMD, BUMS, kalangan praktisi, konsultan, kontraktor serta lembaga survei. Materi kegiatan selain diskusi panel ada juga cauching clinic dan pameran peralatan laboratorium dan buku. "Hasil kegiatan ini diharapkan ada kesamaan persepsi dalam menyiapkan SDM khususnya di bidang kontruksi teknik sipil. Selain itu terbentuk komunitas yang peduli dengan penyiapan SDM (misalnya penyusunan kurikulum lembaga diklat, SKKNI dan lain sebagainya," kata Yuslan lagi.

Foto bersama para panelis, Ketua LPPM UTP, moderator dan ketua panitia.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Tridinanti Palembang (UTP) yang dalam hal ini diwakili Pembantu Rektor I Sofwan Haryadi, MT mengatakan sebagai lembaga perguruan tinggi yang selalu mengutamakan peningkatan kualitas SDM baik pengelola maupun mahasiswa, UTP harus update terus perkembangan terkini terutama terkait teknologi dan pengetahuan. "Dengan kegiatan ini mahasiswa khususnya bisa sharing dengan perguruan tinggi dan lembaga -lembaga lain yang ikut serta dalam kegiatan ini. Ini sangat bermanfaat sekali untuk teknik sipil apalagi di era 4.0 ini,"ujar Sofwan seraya menambahkan bahwa Lembaga UTP sangat mensupport kegiatan ini. Suatu kebanggaan bisa melaksanakan kegiatan ini karena selain sharing juga dapat info penting dari berbagai daerah dan mereka yang berkompetensi di bidangnya yang hadir pada kegiatan ini.

Foto: Penyerahan cenderamata dari Ketua LPPM UTP kepada para panelis.

Ketua LPPM UTP, Prof Ir H Hazairin Samaullah M Eng mengatakan kegiatan Civil Engineering Forum 2019 adalah bagian dari program rutin LPPM UTP. "Menghadapi revolusi 4.0 diperlukan kompetensi. Untuk tahap pertama di bidang teknik sipil, kita punya fakultas dan akses ke pihak yang punya produk. Jadi disinergikan. Kita hadirkan narasumber yang langsung dari produsen peralatan. Mereka mensosialisasikan peralatan itu yang sangat berguna bagi teknik sipil dan berguna untuk mahasiswa. Ditambah lagi regulasi sebagai lembaga yang mengeluarkan bidang-bidang itu. Jadi tiga bidang disatukan dalam kegiatan ini," kata Hazairin.

Foto: Prof Ir H Hazairin Samaullah M Eng, Ketua LPPM UTP.

Hazairin menambahkan bahwa kegiatan ini juga untuk sharing pengalaman dan ilmu dari para panelis yang sangat berguna tak saja bagi mahasiswa teknik sipil tapi bagi seluruh pihak yang terkait terutama dalam hal peningkatan mutu di lingkungan Fakultas Teknik khususnya teknik sipil UTP.

Salah satu panelis, Achmad Pawennei, Komisaris Utama/Owner PT Mektan Babakan Tujuh Utama (MBT) mengatakan dirinya datang langsung dalam kegiatan ini sesuai dengan keberadaannya selaku pimpinan dari PT MBT yang memproduksi peralatan untuk teknik sipil. "Saya ditugaskan untuk menyampaikan soal peralatan lab teknik sipil. Kami sebagai produsen peralatan diberi kesempatan untuk menjelaskan. Selama ini ada produksi kami yang sangat mendukung distribusi peralatan. Sebelumnya peralatan impor dari luar Indonesia namun dengan adanya perusahaan kami bisa membantu. Sekarang sebagian besar sudah kami yang produksi, tidak impor lagi. Ada sih masih impor tapi tidak banyak lagi karena sudah kita cover. Dengan adanya pertemuan ini lebih dekat lagi dengan pengguna, ada fakultas teknik, kepala lab dan yang lain-lain bisa sharing perkembangan alat ini bagaimana, cara peralatan, maintenence-nya dan lain sebagainya," kata Achmad.

Foto: Achmad Pawennei, Owner/Komisaris Utama PT MBT yang dalam kegiatan ini sebagai salah satu panelis.

Achmad juga menyebutkan seiring dengan tuntutan era 4.0 pihaknya senantiasa menyikapi itu. Sebagai produsen peralatan pihaknya tidak mengalami kendala namun untuk distribusi ke beberapa fakultas teknik diakui Achmad memang terkendala dana mengingkat peralatan yang lengkap membutuhkan dana yang lumayan besar. "Bisa capai Rp 1 miliar untuk  peralatan yang lengkap. Jadi bagi fakultas teknik swasta tentu kendala pendanaan. Kita berharap ada pihak-pihak seperti kopertis atau perbankan yang bisa bersinergi dengan universitas atau fakultas teknik misalnya dengan memberikan bantuan kredit untuk cicilan pembelian peralatan kita,"kata Achmad. (saf)

Foto: Ketua LPPM UTP (dua dari kiri) bersama para Pembantu Rektor UTP dan panitia.
 

Foto: panitia acara Civil Engineering Forum 2019