LPIB Muba Gelar Aksi di Mapolda Sumsel

LPIB Muba Gelar Aksi di Mapolda Sumsel
foto: ms/lily - Koordinator aksi menyerahkan tuntutan mereka ke pihak Polda Sumsel.

PALEMBANG, MS.com -Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan dari Laskar Pemuda Indonesia Bersatu (LPIB), mengelar aksi unjuk rasa memdesak Polda Sumsel, mengusut tuntas kasus dugaan pencurian daging hasil pemotongan hewan kurban di komplek DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun 2018 lalu yang proses hukum dinilai lambat. 

Massa aksi, LPIB mengelar aksi unjuk rasa di pintu masuk Mapolda Sumsel, Senin (27/5) pukul 14.30 wib. 

Massa aksi yang dikoordinator aksi (Korak) Febri Zulian, datang sambil membentangkan spanduk yang terbuat karton yang bertuliskan 'Daging kurban kok dicuri wahai oknum DPRD Kab Muba. Usut tuntas dugaan pencurian daging sapi kurban di Kab Muba. Dan Sudah terlalu lama kami menunggu tegakkan hukum secepatnya'.

Kedatangan massa aksi ke Polda Sumsel mempertanyakan sejauh mana proses hukum dugaan pencurian daging hasil pemotongan hewan kurban di Komplek Gedung DPRD Kab Muba Tahun 2018 lali oleh Sekretaris DPRD Kab Muba Drs Thabrani Rizky.

Dimana pada saat pembagian hasil pemotongan hewan kurban telah hilang 100 kantong daging (100 kg). 

foto: ms/lily - Aksi protes tuntut kasus pencurian sapi oleh oknum anggota DPRD Muba diusut.

Diduga orang yang terlibat hilangnya 100 bungkus pembagian daging kurban ini, melibatkan salah satu oknum anggota DPRD Kab Muba berinisial HRY. Dan dua ASN Sekretaris Dewan Kab Muba berinisial MY dan DL.

"Jadi dari 2018 laporan ini sampai sekarang belom ada gelar perkara, nah maksud kami karena ini dugaannya kasus pencurian artinya dijerat pasal 362 atau 363, walaupun ada pencabutan laporan sekalipun, proses hukum tetap berjalan," ungkap Febri.

foto:ms/lily - Salah satu peserta demo membacakan tuntutan mereka.

Dalam pernyataan sikap, massa aksi LPIB, menuntut agar Kapolda Sumsel menginstruksikan kepada Kapolres Muba untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut. Mengingat kasus ini telah dilaporkan ke Polres Muba akan tetapi massa aksi menilai proses hukum tidak jelas dan sampai saat ini belum ada kepastian. 

"Maka dari itu kami minta dari Polda Sumsel dalam hal ini dapat menyampaikan langsung oleh Krimum Polda Sumsel, agar sekiranya dapat mengimbau Polres Muba agar segera mengelar perkara kasus ini sehingga dapat diketahui masyarakat banyak, apa lagi kasus hilangnya 100 bungkus daging ini terekam CCTV," ujarnya.

Ke depan massa aksi berjanji akan terus mengawal proses hukum yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kab Muba yang jelas telah merampas hak warga negara. Massa aksi yang berunjuk rasa di pintu masuk Mapolda Sumsel, diterima langsung oleh perwakilan Polda Sumsel dalam hal ini Kompol Suparlan.
Di hadapan massa beliau berjanji apa yang menjadi tuntutan massa akan disampaikan ke pihak yang berwenanh dalam hal ini Ditreskrimum Polda Sumsel. (Ly)