Laporkan Kasus Pencatutan Nama, Sekretaris Diknas Datangi Polisi

Laporkan Kasus Pencatutan Nama, Sekretaris Diknas Datangi Polisi
Sekretaris Disdik OKU Alfarizi saat menerangkan kepada pihak berwajib terlait pencatutan namanya oleh orang tak dikenal.(foto ist)

BATURAJA, MEDIASRIWIJAYA  — Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Alfarizi mendatangi Polres OKU, untuk melaporkan kasusu pencatutan nama dan foto dirinya oleh orang tak dikenal.

Alfarizi datang ke Polres OKU, Senin (9/3) langsung menuju SPKT Polres OKU, selanjutnya diarahkan untuk berkonsultasi Ke Unit Pidana Khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polres OKU.”Hari ini saya berkoordinasi ke Polres OKU guna menyampaikan pencatutan nama dan foto saya oleh orang tak dikenal,” kata dia melansir detiksumsel.

Ia menuturkan, bahwa tujuan dirinya berkoordinasi tersebut adalah agar tak ada pihak yang dirugikan oleh aksi orang yang mencatut nama dan foto dirinya.“Alhamdulillah pihak Polres akan melakukan tindak lanjut atas apa yang terjadi ini, kita berharap tidak ada korban dari aksi orang tak bertanggung jawab itu,” imbuhnya

Sebelumnya nama dan foto Alfarizi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten OKU digunakan oleh orang tak dikenal untuk meminta sejumlah uang kepada beberapa kepala sekolah yang ada dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.

Pelaku penipuan tersebut berusaha meminta sejumlah uang kepada para kepala sekolah mengatasnamakan Alfarizi dengan berbagai alasan diantaranya meminjam uang dahulu karena ada kebutuhan mendesak, sedang butuh uang karena ada keluarga yang sakit dan lain sebagainya.

Orang tak bertanggung jawab tersebut menelpon atau berkirim pesan melalui aplikasi whatsapp dengan menggunakan nomor telepon 082138470533, selanjutnya pelaku meminta para kepala sekolah mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Bank Mandiri 1080017971152 atas nama Fauzan Ardiansyah.“Pelaku meminta ditransfer uang antara 4-5 juta kepada para kepala sekolah,” sambung Alfarizi.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada kepala sekolah yang menjadi korban aksi penipuan itu. “Beruntung para kepala sekolah banyak yang diminta uang menelpon saya, dan menanyakan langsung perihal permintaan uang itu, sehingga alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban,” imbuhnya.

Alfarizi meminta kepada kepala sekolah dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU untuk tidak melayani dan mempercayai apabila ada orang yang mengaku sebagai dirinya maupun pejabat Dinas Pendidikan lainnya meminta sejumlah uang kepada mereka. (net)