Kunjungi Lapas Wanita Kelas IIA Palembang

Kunjungi Lapas Wanita Kelas IIA Palembang
Ketua Wanita Kosgoro Sumsel (tengah) saat memberikan sambutan

Wanita Kosgoro Sumsel
* Gandeng Perwosi Sumsel dan Persatuan Wanita Palembang (PWP)
* Program Kerja Tahun 2019 Bidang Hukum dan HAM

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Pengurus Wanita Kosgoro Sumsel yang dipimpin oleh Hj Yulia Suri Kasim, SH bersama Perwosi Sumsel dan Persatuan Wanita Palembang (PWP) berkunjung ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Palembang, Rabu (16/10).

Foto bersama para penghuni lapas.

Kunjungan dalam rangka melaksanakan program kerja Bidang Hukum dan HAM Wanita Kosgoro Sumsel tahun 2019 ini diakui Hj Yulia Suri Kasim, SH sengaja dilakukan pihaknya dalam rangka ingin merangkul para wanita penghuni Lapas Wanita Kelas IIA Palembang dan memberikan bekal yang bisa mereka manfaatkan setelah keluar dari Lapas. "Kunjungan ini merupakan program kerja Wanita Kosgoro Sumsel tahun 2019 bidang Hukum dan HAM. Kita juga mengandeng Perwosi Sumsel dan PWP," ujar Hj Yulia Suri Kasim, SH didampingi Sekretaris Wanita Kosgoro Sumsel, Apriani Nurlela, SSos.

Menurut Hj Yulia Suri Kasim, SH, tujuan dari kunjungan ini adalah selain melaksanakan program kerja juga dalam rangka memberikan bekal ilmu praktis kepada para penghuni Lapas Wanita Kelas IIA Palembang yang diharapkan bisa mereka terapkan ketika sudah bebas dari Lapas. "Kita ingin memberi pelajaran bermanfaat seperti membuat sovenir untuk syukuran, khitanan dan perkawinan atau acara lain dengan bahan baku yang sederhana, murah dan terjangkau. Selain itu mereka juga kita berikan ilmu praktis cara membuat pempek murah meriah namun enak supaya ketika keluar dari Lapas ini mereka bisa memberdayakan diri berjualan pempek dengan harga yang murah di lingkungan mereka atau di masyarakat," ujar Yulia.

Foto bersama Pengurus Wanita Kosgoro Sumsel, Perwosi Sumsel dan PWP.

Yulia mengaku prihatin dengan semua latar belakang para penghuni Lapas Wanita Kelas II Palembang yang mayoritas 80 persen merupakan penghuni yang terjerat kasus narkoba. "Memberikan pelajaran yang bermanfaat ini supaya anak-anak di sini setelah kembali ke rumah atau ke masyarakat punya pendidikan yang bermanfaat. Buat pempek bisa jual di deket rumah supaya tidak kembali ke pekerjaan yang sama. Sasaran kita supaya mereka nanti tidak minder dan tidak mengulang pekerjaan lama," kata Yulia.

Adapun Persatuan Wanita Palembang (PWP) yang diketuai Reni Nasrun Umar pada kesempatan ini menyerahkan seperangkat peralatan rebana yang dalam hal ini diwakili Dewan Penasehat PWP, Hj Ida Nang Ali menyerahkan kepada pihak Lapas Wanita Kelas IIA Palembang. Penyerahan ini seyogianya diterima Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Palembang, Tri Ana Aryati namun dalam kesempatan ini diwakili oleh Kasi Kegiatan Kerja,
Iros Pulungan.

Pada kesempatan ini rombongan sempat menjenguk beberapa sel tahanan yang dihuni para wanita yang baru saja melahirkan dan memiliki anak balita. Dengan wajah prihatin dan penuh haru, Hj Yulia Suri Kasim berpesan agar para wanita ini mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa mereka. "Kalau bisa jangan masuk lagi setelah keluar dari sini. Pelajaran ini sangat mahal. Lihatkan anak-anak kalian yang balita ini membutuhkan kasih sayang dan perhatian kalian para ibu dan orangtuanya. Semoga ini yang terakhir dan jangan ulangi lagi perbuatan ini supaya tidak masuk ke sini lagi," kata Hj Yulia yang pada kesempatan ini memberikan tali kasih bersama Hj Ida Nang Ali dan pengurus lainnya.

Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Palembang, Tri Ana Aryati dalam hal  ini diwakili Kasi Kegiatan Kerja, Iros Pulungan mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan rombongan Wanita Kosgoro Sumsel, Perwosi Sumsel dan PWP. "Kami sangat berterima kasih atas kunjungan yang bermanfaat ini. Semoga ilmu yang diberikan tadi menjadi amal ibadah dan semoga bermanfaat buat para penghuni Lapas ini setelah mereka keluar dari sini," kata Iros Pulungan.

Iros juga menyebutkan para penghuni Lapas Wanita Kelas IIA Palembang mayoritas 80 persen kasus narkoba dan sisanya kasus beragam. Kondisi penghuni Lapas yang saat ini mendekati jumlah 500-an diakui Iros sudah over kapasitas dari angka 100-an peserta yang seharusnya ditampung di sini. Selain itu, karena penghuninya adalah perempuan semua, Iros mengaku semua pekerjaan yang biasanya dikerjakan pria maka di Lapas ini para penghuni bahu membahu mengerjakan semuanya. "Angkat karung beras ketika bagian dapur membeli keperluan beras dan dapur untuk konsumsi, angkat gas ketika petugas membeli gas untuk masak. Bahkan untuk acara ini, itu pemasangan tenda untuk acara dikerjakan oleh mereka semua secara bahu membahu dan gotong royong dan mereka harus bisa semua mengerjakannya," kata Iros. (adv)