Ketua Bawaslu OKU: Tantangan Berikutnya adalah Penyelenggaraan Pilkada

Ketua Bawaslu OKU: Tantangan Berikutnya adalah Penyelenggaraan Pilkada
Foto: Suasana pelaksanaan upacara memperingati HUT RI ke 74 di Kantor Bawaslu OKU

BATURAJA, MS  – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melaksanakan Upacara Peringatan HUT RI ke-74, 17 Agustus 1945. Kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Bawaslu OKU, Sabtu (17/8).

Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya bertindak sebagai inspektur upacara, yang diikuti Pimpinan Bawaslu OKU lainnya Kordiv Pengawasan, Hubal dan Humas, Yeyen Andrizal. Kordiv HPP dan Penyelesaian Sengketa, Anggi Yumarta serta Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu OKU, Joenaidi bersama para staf.

Pada kesempatan tersebut Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya membacakan sambutan Ketua Bawaslu RI, Abhan, S.H.,M.H. Ia mengawali sambutan dengan mengucapan Dirgahayu Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945. Kemerdekaan sudah 74 tahun. 

Sebagai jajaran pengawas pemilihan umum merupakan bagian penting dari perjalanan demokrasi bangsa. Kehadiran Bawaslu baru dimulai 11 tahun lalu, namun semangat tentang perlu dibangunkan satu organisasi untuk memimpin dan mengawasi pemungutan suara telah disampaikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno pada satu kesempatan di Muntok, Bangka 21 Februari 1949 lalu. “Saya mengajak kita semua meneguhkan semangat berdirinya Bangsa Indonesia, bahwa pengawasan pemilihan umum merupakan amanat luhur dalam mengawal demokrasi yang maju bagi Bangsa Indonesia,” katanya.

Organisasi pengawas pemilihan umum membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul berintegritas dan profesional. 

Mengutip pesan dari Proklamator RI, Muhammad Hatta “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki. ”

Merenungi pesan tersebut katanya, maka Bawaslu harus diisi dan dikembangkan oleh orang-orang yang jujur, berintegritas dan profesional dalam perannya memajukan demokrasi Bangsa Indonesia. Apabilah SDM Bawaslu kurang cerdas, maka diharuskan belajar. Apabila kurang cakap, maka tingkatkan pengalaman.

Tantangan berikutnya adalah penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020. Sebanyak 270 pemilihan kepala daerah di Indonesia. “Kita harus yakin, sepanjang kita bersatu, bergotong royong, bersungguh-sungguh, bekerja keras, bekerja cerdas serta disertai tanggung jawab atas amanah dan bidang tugas kita masing-masing maka kita mampu menjawab tantangan ini,” jelasnya.(rnj)