Kementerian PU-PR Tambah Jaringan Irigasi Baru Sumsel

Kementerian PU-PR Tambah Jaringan Irigasi Baru Sumsel
Salah satu irigasi yang dibuat di kawasan Komering. Foto: dokumen PSDA Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Pemerintah melalui melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII Kementerian PU-PR terus mengoptimalkan sarana pendukung persawahan yakni irigasi.

Pengoptimalan sarana pendukung itu demi menggenjot hasil produksi padi di provinsi Sumsel.

Kepala BBWSS VIII, Birendrajana mengatakan selain mengoptimalkan irigasi yang ada pihaknya juga bakal menambah jaringan irigasi baru di beberapa di kabupaten/kota di Sumsel.

"Seperti irigasi komering akan kami tambah panjangnya. Ada juga irigasi baru yang akan kita buat seperti irigasi di Lempuing dan Lematang," ujarnya, melansir sripoku, Selasa (3/12).

Ia mengungkapkan, saat ini mereka mengelola 7 sistem jaringan irigasi, seperti irigasi lintang kanan, lintang kiri, komering, air lakitan, kelingi tugumulyo, air keruh serta muara riben.

Rencananya pada tahun 2020 pihaknya akan menambah dua sistem irigasi yakni Lematang dan Lempuing. Jaringan irigasi Lematang akan mengaliri 3000 ha lahan sementara Lempuing bisa menggenangi 8500 ha lahan.

"Dengan penambahan irigasi di Lempuing dapat dipastikan seluruh wilayah persawahan komering sudah teraliri sistem irigasi secara total," jelasnya.

Seperti diketahui, pada 2016-2019 Kementerian PUPR telah melaksanakan pembangunan Jaringan Irigasi Utama Bahuga Daerah Irigasi Komering bagian hilir di Kabupaten OKU Timur dengan luas 6.853 ha.

Dengan adanya penambahan irigasi anyar, pada musim kemarau pasokan air di wilayah Komering tetap akan terjaga yang dapat memperkecil kemungkinan gagal panen akibat kekeringan.

"Total keseluruhannya, irigasi yang berada di wilayah kami bisa mengaliri hingga 59 ribu ha, kalau nanti beberapa irigasi baru selesai dibangun bisa mengaliri hingga 72 ribu ha lahan di Sumsel," ungkap Biren.

Kabid Rekayasa Teknis PSDA Sumsel, Numeri menambahkan untuk mengatasi meluapnya air pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Selatan melakukan rehabilitasi terhadap irigasi yang ada di 10 wilayah kabupaten/kota.

Anggaran yang dikeluarkan untuk melakukan rehabilitasi mencapai lebih dari 50 persen anggaran Pagu yang diajukan untuk perbaikan Irigasi.

"Perbaikan pada irigasi rawa dan permukaan, lokasinya tersebar di 10 Kabupaten/Kota seperti, OKI, OI, MUBA, OKUT , OKUS, Pagaralam, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang dan Musi Rawas. Total anggaran yang dikeluarkan untuk proses rehabilitasi irigasi mencapai Rp96 miliar," kata Numeri.

Menurutnya irigasi dapat meningkatkan produktifitas pertanian di Sumsel. Dengan sistem irigasi yang selama ini masih mengandalkan siklus musiman, dengan dilakukan rehabilitas ini dapat meningkatkan debit air untuk pertanian.

"Untuk Sumsel sendiri tahun 2019 ini PSDA harus merehabilitasi sebanyak 6.646 hektare irigasi. Dengan sistem irigasi yang baik maka akan berdampak pada produktifitas pertanian," jelasnya.(net)