Kasus DBD Muaraenim Meningkat, Satu Orang Meninggal

Kasus DBD Muaraenim Meningkat, Satu Orang Meninggal
Tampak petugas Dinas Kesehatan menebarkan Abate dirumah-rumah warga terutama rumah penderita DBD di Muaraenim.(foto ist)

MUARAENIM, MEDIASRIWIJAYA - Selama bulan Januari 2020 tercatat sebanyak 68 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di Kabupaten Muaraenim, bahkan seorang pasien meninggal dunia. Dibandingkan periode yang salam tahun lalua Januari 2019 hanya sebanyak 44 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, Vivi Mariani didampingi Novri Pengelolah DBD, mengatakan 68 kasus tersebut ditemukan di Kecamatan Rambang, Belida Darat, Lubai dan Muaraenim.

Dari jumlah tersebut penderitanya anak-anak dan dewasa, kata dia melansir lenterapendidikan, kemarin.

Menurut dia, biasanya jika melihat dari pola siklus lima tahunan pada bulan Januari hingga Mei memang ada peningkatan kasus DBD. Dan puncak biasanya terjadi pada bulan Februari dan Maret untuk itu, kita minta agar masyarakat waspada.

Untuk mengantisipasi wabah DBD, kata Vivi, selain melakukan sosialisasi, juga selalu keliling untuk berburu jentik, dan masih banyak kita temukan jentik yang berada di tempat-tempat yang bisa menampung air yang berada disekitaran rumah warga, terutama pada barang bekas. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk rutin membersihkan sekeliling rumah dari benda-benda yang bisa menampung air seperti bak penampung air juga harus rutin untuk di kuras, dan kalau malas untuk menguras air, taburkan saja bubuk abate atau larvasida.

"Kalau untuk kasus yang meninggal korban terlambat membawanya ke rumah sakit, sudah beberapa hari demam dirumah baru dibawa ke rumah sakit. Itu anak MTs," tambah Novri.(net)