Kapolresta Ungkap Tersangka Baru Kasus Kekerasan SMA Taruna Indonesia Palembang

Kapolresta Ungkap Tersangka Baru Kasus Kekerasan SMA Taruna Indonesia Palembang
Foto: IST -  Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah,

PALEMBANG, MS. com - Polresta Palembang telah menetapkan tersangka baru dalam kasus kekerasan SMA Taruna Palembang yang ternyata diketahui masih di bawah umur. Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, Kamis (8/8) saat menggelar jumpa pers mengatakan bahwa tersangka baru berinisial AS, masih berusia 16 tahun dan merupakan senior korban yakni Wiko Jerindra di SMA Taruna Palembang (14). "Saat itu AS memukul Wiko sebanyak tiga kali di bagian perut saat proses pembinaan mental," ujar Kombes Pol Didi Hayamansyah.

Berdasarkan rekonstruksi sebelumnya, tersangka memukul korban karena korban tidak mau mengikuti perintah tersangka saat proses orientasi berupa menyeberangi kolam menggunakan tali. Lalu tersangka memukul korban sembari mengatakan 'kurus-kurus', akibatnya usus korban terlilit dan terpaksa mendapat perawatan intensif selama tujuh hari di rumah sakit Charitas sebelum akhirnya meninggal dunia. 

"Kami juga telah memeriksa 26 saksi yang kejadiannya masih di sekitar SMA Taruna Palembang," jelasnya. 

Namun karena tersangka masih di bawah umur, kata dua, polisi tidak menahan tersangka dan hanya meminta tersangka wajib lapor. "Tersangka juga mendapat pendampingan," pungkasnya. 

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan barang bukti berupa tali yang digunakan untuk menyebrangi kolam pada saat kekerasan terjadi. 

Sementara Kasat Reskrim Polresta mKompol Yon Winara, menambahkan tersangka dikenakan pasal pidana penganiayaan undang - undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Hasil pemeriksaan rumah sakit singkron dengan kausalitas kejadian, sehingga patut diduga kuat tersangka memang melakukan kekerasan," ucap Kompol Yon Winara. 

Sebelumnya polisi juga telah menetapkan pembina SMA Taruna Palembang, OFA (24) sebagai tersangka kekerasan terhadap siswa SMA Taruna Palembang yakni Delwyn Beri Jerindro (14) hingga menyebabkan korban meninggal dunia (fdl)