Jambret Babak Belur Dihajar Massa

Jambret Babak Belur Dihajar Massa

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA.com - Berdalil untuk biaya persalinan sang istri. Seorang sopir mobil box nekat menjambret kalung emas seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), babak belur dihajar warga lantaran gagal beraksi, di kawasan Jalan Ganda Subrata Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako Palembang. Senin (30/12).

Tersangka Okta Setiadi Bin Sudarto (29), warga Jalan Kapten Robani Kadir Lorong Istiqomah No 49 Rt 19 Rw 05 Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju. Hanya bisa menahan rasa sakit, akibat hajaran warga yang meringkus dirinya saat tengah beraksi.

Tersangka Okta yang pernah berurusan dengan pihak kepolisian terkait kasus perkelahian. Tersangka Okta dengan mengendarai sepeda motor Honda warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) BG-2890-ACO. Lansung memepet dari samping kanan korban.

Saat itu korban Marlina Manahu (27), warga Jalan Sematang Borang Kecamatan Sako Palembang, sedang berbonceng dengan temannya. Tiba- tiba kalung emas 24 karat dengan berat 1 suku langsung di tarik tersangka.

Korban yang terkejut, langsung berteriak 'jambret' sambil terus mengejar motor tersangka. Saat motor korban terjatuh warga yang sebagian ikut mengejar dan warga sekitar langsung menghajar tersangka hingga babak belur.

Beruntung, nyawa tersangka dapat diselamatkan pihak kepolisian Polsek Sako Palembang, yang saat itu ikut mengejar tersangka. Selanjutnya tersangka bersama barang bukti sepeda motor tersangka Honda BG - 2890 - ACO serta 1 Suku emas 24 karat langsung diamankan ke Polsek Sako Palembang.

Kapolsek Sako Palembang AKP Rizka Aprianti, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yundri, membenarkan jika pihaknya mengamankan seorang pelaku jambret.

"Memang benar kami dari jajaran Polsek Sako Palembang mengamankan tersangka pencurian dengan kekerasan, tersangka seorang diri dengan mengendarai sepeda motor langsung mepet motor korban dan menarik kalung di leher korban," ungkap AKP Rizka Aprianti, Kamis (2/1).

Masih dikatakan Kapolsek Sako Palembang bahwa tersangka diamankan petugas yang ikut mengejar tersangka, yang bertepatan saat itu mengejar tersangka, atas pembuatan tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun hingga 12 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Okta, mengakui jika beraksi seorang diri, hanya karena butuh uang modal sang istri melahirkan anak pertama. "Saya baru sekali, pas melihat ibu itu langsung ada niat, saya kepepet langsung saya tarik kalung ibu itu. Rencana kalung emas itu untuk istri melahirkan," kata tersangka saat di Polsek Sako Palembang. (Ly).