Harga Cabe Kembali Melambung Capai Angka Rp 70 Ribu per Kilo

Harga Cabe Kembali Melambung Capai Angka Rp 70 Ribu per Kilo
Foto: ms/ayu kuta sari - Pedagang di Pasar Pendopo memperlihatkan cabe yang saat ini harganya kembali melambung

PALI, MS.com - Melambung tinggi harga cabe buat warga terutama para ibu kebingungan saat belanja di pasar Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, pasalnya baru 1 hari yang lalu harga cabe masih berkisar Rp 36 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp 60-70 ribu per kilogram. Demikian pantauan, Jumat (20/6).

Puput (24) sala seorang ibu muda yang hampir setiap hari belaja ke pasar kaget bukan kepalang pasalnya kenaikan cabe sangat drastis baru satu hari kenaikan mencapai 200% "Cabe kemaren 36 ribu per kilo sekarang 80 ribu per kilo, kalo gini kan bikin sambelnya jadi ngirit, bisa-bisa makan ngak bersambal ini," jelasnya.

Puput juga bercerita bahwa dia punya usaha makanan jadi kalau harga cabe melambung tinggi, dampaknya dia kebingungan menentukan harga makanan yang dia jual. "Kalo cabe mahal begini kan kita bingung mau jual harga berapa makanan kita, mau dinaikan pelanggan akan protes, cabenya dikurangkan sambel atau saos kita dak sedap," tuturnya.

Tak hanya Puput yang mengeluhkan perubahan harga cabe tersebut, Mama Ken teman Puput ternyata juga mengalami hal serupa saat belanja ke pasar Pendopo dan keluhannya dituangkan di media sosial. "Kemaren beli cabe 36 ribu se kilo hari ini 80 ribu, sambil memasang emotion tertawa dan menangis, waw bangetttt" keluhnya

.Sedangkan Iryanto, Kepala Pasar Pendopo membenarkan adanya perubahan harga cabe yang drastis itu, informasi mengenai kenaikan harga itu memang sudah dia terima namun menurutnya pedagang di pasar khususnya pedagang sayur atau cabe beralasan karena pendistribusian dan juga hama membuat harga cabe meningkat. "Memang sudah dicek di pasar setiap ada perubahan katanya harga cabe mahal tapi menurut agen sayur memang pendistribusiannya yang agak keterlambatan sehingga menyebabkan kenaikan harga, seperti itu saja informasi yang saya terima," tegasnya.

Adapun Warsina (58) agen sayur yang rutin membli cabe dalam skala banyak mengatakan harga cabe memang naik dari Pagaralam tempat asal pertama cabe itu dibeli. "Cabe memang mahal dari sananya mbak kita kan biasa beli cabenya di Pagaralam, emang dari tukang kebunnya yang mematok harga mahal, kemarin saya beli harga modalnya atau harga beli Rp 58-65 ribu perkilogram mbak, jadi wajar kalo harga jualnya juga naik mbak," jelasnya.

Foto: ms/ayu kuta sari - Harga kebutuhan di Pasar Pendopo PALI tepatnya cabe merah mengalami kenaikan drastis.

Warsina juga bingung alasan kenapa harga cabe bisa menjadi mahal namun menurutnya dari petani dia hanya mendengar alasan cabe mahal karena banyak petani yang mengalami kerugian diakibatkan hama dan cuaca yang tidak menentu.  "Sebenarnya kurang tau juga kenapa bisa mahal begitu tapi kemungkinan karena cuaca dan hama, atau juga karena banyaknya permintaan. Kan saat ini sedang musim perkawinan, jadi banyak yang buat hajatan dan memerlukan cabe lebih banyak," terwngnya.

Iryanto Kepala pasar juga mengatakan wajar bila harga cabe di pedagang eceran bisa mencapai Rp 60 - Rp 70 ribu per kilogram. "Kalo di tangan kedua atau agen sayurnya sudah mahal saat mereka membeli dari petani maka wajar kalau pedagang eceran bisa 2 kali lipat, karena sudah tangan ke 3 saat menjual cabe tersebut" ujarnya. (AY)