Gubernur Ajak IDI Benahi Rumah Sakit Sumsel

Gubernur Ajak IDI Benahi Rumah Sakit Sumsel
(Foto Istimewa)

 

PALEMBANG, MS - Data  Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 615 rumah sakit harus turun kelas. Tiga, diantaranya adalah rumah sakit milik Pemprov Sumatera Selatan. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan penilaian Kemenkes terkait turun kelasnya tiga rumah sakit milik pemprov Sumsel lebih disebabkan angka jumlah kecukupan dokter ataupun dokter spesialis yang terdapat di rumah sakit.

"Ini lebih ke masalah kelengkapan administrasi saja. Rata-rata terkait angka kecukupan dokter. Bukan pada masalah pelayanan ataupun infrastruktur yang ada. Untuk itu kita akan undang IDI Sumsel guna melakukan pembenahan dan mencari solusi bersama terkait masalah tersebut", kata Herman Deru, Kamis (1/8).

Dia menjelaskan, tidak sesuainya antara data yang dihimpun dan kondisi ril di lapangan, menjadi sebab penurunan kelas yang jumlahnya mencapai 615 unit secara nasional.

Sedangkan, tiga rumah sakit Sumsel tersebut adalah  RS Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan dari kelas B saat ini  menjadi C, RS Khusus Gigi dan Mulut kelas saat ini tipe C menjadi C+,  dan RS Umum Daerah Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan dari kelas B turun menjadi kelas C, ujar dia.

Menurut dia,  masalah yang kerap terjadi adalah pada ketersediaan tenaga dokter spesialis. Seringkali di wilayah perkotaan terjadi penumpukan tenaga dokter, sementara di desa kekurangan dokter.

Lebih lanjut Deru mengungkapkan, rekomendasi predikat yang diberikan Kemenkes kepada RS yang turun kelas, memunculkan pertanyaan tersendiri terkait kemungkinan adanya persyaratan yang mungkin belum dipenuhi, tambah dia.

Guna mengetahui hal ini secara lebih detail Deru mengatakan pihaknya segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, agar penilaian predikat yang dikeluarkan Kemenkes dapat lebih obyektif terkait hal-hal apa saja yang perlu dilakukan perbaikan, demikian ungkapnya. (As)