Dua Sopir Truk Isap Sabu,  Dijaring Tim Belut Polsek Gandus Palembang

Dua Sopir Truk Isap Sabu,  Dijaring Tim Belut Polsek Gandus Palembang

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA -  Dua sopir truk pemuja narkoba jenis sabu, terjaring Tim Belut Polsek Gandus Palembang, saat melintas di Jalan Syakyakirti Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, Selasa (11/01/2020) pukul 17.00 Wib.

Kedua tersangka yaitu, tersangka Alfalah alias Palah (26) warga Jalan Sakti Wiratama Rt 11 Rw 03 Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang Palembang, dan tersangka Johansyah alias Johan (18) warga Jalan Aiptu A Wahai Lorong Kebun Pisang Rt 01 Rw 01 Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring Palembang.

Barang bukti yang disita petugas dari tangan kedua tersangka berupa, 1 paket kecil yang dibungkus Plastik putih bening yang diduga sabu-sabu,1 buah pirek, 1 kotak rokok gudang garam dan 1 unit sepeda motor honda beat warna putih lis kuning No. Pol : BG 3704 ACK.

Kedua tersangka ditangkap saat hendak menuju sebuah ruko kosong yang ada di kawasan Musi 2 Palembang, untuk pesta sabu.

Kapolsek Gandus Palembang, AKP Wilian Harbensyah, didampingi Kanit Reskrim Iptu Hermansyah, mengatakan jika kedua tersangka atas kecurigaan petugas melihat gerak- gerik tersangka yang mencurigai. "Saat berada di TKP, petugad melihat gerak- gerik tersangka yang mencurigakan saat mengendarai sepeda motor. Oleh petugas dihentikan dan dilakukan pengeledahan", ungkap AKP Wilian Harbensyah, Jumat (14/2/2020).

Oleh petugas kita Tim Belut Polsek Gandus langsung menghentikan dan melakukan pemeriksaan serta penggeledahan. "Hasilnya didapati kita menemukan satu paket sabu bersama alat isap sabu berupa pirex, di dalam kotamlk rokok di dalam bagasi motor,"ujarnya.

Dari hasil intrograsi petugas kepada kedua tersangka saat diamankan di Mako Polsek Gandus Palembang, dikatakan Kapolsek Gandus Palembang, jika kedua tersangka baru saja membeli sabu untuk dikonsumsi di sebuah ruko di kawasan Musi II Palembang.

"Dari keterangan tersangka bahwa mereka berdua mendapatkan sabu dari Botok (DPO) di Lorong Cek Latah. Mereka berdua sudah kurang lebih setahun menggunakan sabu. Rencana sabu tersebut akan digunakan bersama di ruko kosong dekat gudang ekspedisi di Musi 2," tutur AKP Wilian.

Atas pembuatan kedua tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman 12 tahun penjara. (Ly).