Dua Pembobol Ruko Diringkus Buser Polsek Sako

Dua Pembobol Ruko Diringkus Buser Polsek Sako
Dua dari empat tersangka yang berhasil diringkus Tim Buser Sako Palembang

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Dua dari empat tersangka pembobol Ruko 'Nya Nya Ice Cream' berhasil diringkus Tim Buser Polsek Sako Palembang, di rumah mereka masing-masing, satu di antaranya seorang residivis dalam kasus yang sama, keok diterjang timah panas petugas karena pada saat hendak ditangkap berusaha melawan.

Kedua tersangka yaitu, tersangka Heru Apriansyah (30) warga Jalan Mayor Zen Lorong Semendawai RT 26 RW 07 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang, untuk tersangka residivis atas nama tersangka Derry bin Sofyan warga RSC C Griya Harapan block 3D nomor 01 RT 9 3 RW 3 4 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang. Sementara itu. Dua tersangka berinisial W dan D masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Sako Palembang.

Kedua tersangka Heru dan tersangka Derry, bersama dua rekan mereka, telah berhasil membobol sebuah Ruko NYA NYA Ice Cream yang berada di Jalan Siaran Nomor 10 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang, terpantau CCTV. "Dari pantauan CCTV ini, kami dari jajaran Polsek Sako Palembang melakukan penangkapan terhadap tersangka 363 pelaku bongkar rumah, dan dua rekan tersangka masih dalam pengejaran," ungkap Kapolsek Sako Palembang AKP Rizka Aprianti didampingi Kanit Reskrim Iptu Yundri, Rabu (19/2/2020).

Dijelaskan Kapolsek Sako Palembang, modus para tersangka merusak pintu belakang menggunakan sebuah obeng, para tersangka ini tidak mengetahui jika saat beraksi mengasak harta korban terpantau CCTV. Akibatnya Ruko NYA NYA Ice Cream yang berada di Jalan Siaran Nomor 10 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang mengalami kerugian dimana dalam beraksinya para tersangka berhasil membawa kabur beberapa barang seperti rice cooker, mesin uang, dan motor mainan remote hilang dibawa kabur dengan cara menggotong barang- barang hasil curian melewati tembok belakang.n"Modus empat tersangka ini, mereka membongkar ruko dengan menggunakan alat berupa obeng merusak kunci pintu belakang, komplotan mereka berempat, dua menunggu dan dua lagi masuk ke dalam ruko", jelasnya.

Dari penangkapan kedua tersangka ini, petugas hanya mengamankan sebuah obeng sebagai alat yang digunakan tersangka membuka pintu belakang ruko, sepasang pakaian yang sama dalam rekaman CCTV serta satu buah tas milik korban Adie warga Komplek Sako Palembang, sementara barang curian yang lain telah dijual para tersangka di kawasan Pasar Cinde.

Tersangka Derry, harus menahan rasa sakit, dan dibopong rekannya saat berjalan, lantaran sebutir timah panas petugas bersarang di betis kaki kiri. Di hadapan petugas jika dirinya sudah 2 kali melakukan aku mencuri, terakhir di Riko Nya Nya Ice Criem lantaran diajak rekannya. "Aku diajak kawan, katanya ada lokak, lalu aku ajak Heru. Ruko yang kami maling ini minuman, yang punya ide D,  aku mau karena perlu duet," ungkap Derry.

Saat ditanya ke mana keberadaan barang- barang milik korban, dikatakan tersangka Derry telah dijual. "Dengan menyewa sebuah bentor barang- barang hasil curian itu kami jual di Pasar Cinde seharga Rp 2 juta,"jelasnya.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana paling tinggi 7 tahun penjara. (Ly).