DPC Peradi Palembang Gelar Penyuluhan Hukum

DPC Peradi Palembang Gelar Penyuluhan Hukum

Kerjasama Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Bertempat di SMA Negeri 2 Palembang, Jumat (14/2) berlangsung Penyuluhan Hukum yang digelar DPC Peradi Palembang bekerjasama dengan Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Palembang (IASMA Puspa).

 

Acara yang dibuka oleh Ketua DPC Peradi Palembang, Hj Nurmalah SH MH ini selain diikuti para siswa-siswi di SMA Negeri 2 Palembang juga para pengurus IASMA Puspa dan anggota DPC Peradi Palembang.

Hadir sebagai narasumber antara lain Antoni Thoha, SH MH (Wakil Ketua DPC Peradi Palembang yang juga sebagai alumni SMA Negeri 2 Palembang Angkatan 88), Aina Rumiyati, SH (Pengurus DPC Peradi Kota Palembang), Ikbal SH (Sekretaris Bidang Advokasi DPC Peradi Palembang dan alumni SMA Negeri 2 Palembang).

Ketua DPC Peradi Palembang, Hj Nurmalah SH MH mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin DPC Peradi Palembang. "Kegiatan penyuluhan hukum ini rutin dilakukan DPC Peradi Palembang. Untuk penyuluhan kali ini bekerjasama dengan Alumni SMA Negeri 2 Palembang dan kebetulan ada beberapa pengurus DPC Peradi Palembang adalah alumni SMA ini seperti saya, Antoni Thoha, Ikbal dan beberapa rekan lainnya," ujar Hj Nurmalah di sela kegiatan penyuluhan.

Hj Nurmalah SH MH, Ketua DPC Peradi Palembang

Nurmalah yang juga sebagai narasumber pada penyuluhan hukum DPC Peradi Palembang ini mengakui bahwa sasaran kegiatan penyuluhan adalah para siswa tingkat SMA sederajat. Hal ini diakuinya karena pada fase usia ini, siswa-siswi ini masih berjiwa labil dan rentan dipengaruhi tanpa berpikir panjang dan jernih. "Kita sengaja pilih topik tentang bahaya narkoba, tertib lalulintas, cerdas bermedsos dengan mengenal UU ITE, serta sajam tapi khusus sajam belum terlaksana pada kesempatan ini," kata Hj Nurmalah.

Hj Nurmalah SH MH bersama Ikbal SH di halaman SMA Negeri 2 Palembang usai melaksanakan kegiatan penyuluhan..

Adapun agenda DPC Peradi Palembang dalam waktu dekat akan juga melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah lain yang ada di kota Palembang khususnya, serta ke kelurahan-kelurahan dan ke kecamatan-kecamatan. "Rencananya di Februari ini akan ada lagi kegiatan-kegiatan penyuluhan hukum yang akan kami lakukan," ujarnya.

Sementara itu, sesi pemaparan yang dilakukan beberapa narasumber seperti Antoni Thoha yang membahas tentang bahaya narkoba, Aina Rumiyati tentang UU ITE dan Ikbal tentang tertib berlalulintas, tampak para siswa sangat antusias bertanya. "1 juta orang tiap tahun meninggal 40 persen di bawah umur 40 tahun. Kecelakaan lalulintas sering dipicu pelanggaran. Penyuluhan ini untuk mencegah jangan sampai terjadi pelanggaran hukum, baik UU ITE maupun berlalu lintas. Anak muda biasanya banyak gaya. Padahal di satu sisi risiko fatal meninggal atau cacat karena kecelakaan. Kelengkapan berkendaraan harusnya dipatuhi," kata Ikbal.

Antoni Thoha SH menjelaskan bahaya narkoba terutama pada kalangan remaja dengan merusak sel syaraf. Di sisi lain, Antoni juga menyebutkan bahwa untuk beberapa kasus, penggunaan narkoba diperbolehkan namun dengan tujuan untuk pengobatan dan dalam kontrol pihak berwenang. 

Aina Rumiyati dalam sesi tanya jawab yang sempat membagikan buku kepada siswi yang mengajukan pertanyaan, menjelaskan bahaya asal kaprah dalam media sosial. "Jadi adik-adik harus hati-hati jangan sembarangan membully di medsos karena UU ITE jelas memberikan sanksi hukuman tegas. Cerdas menggunakan medsos sangat diperlukan," ujar Aina.

Hj Nurmalah SH MH pun sempat menimpali bahwa bahaya narkoba bukan saja merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat tapi masa depan generasi bangsa akan suram karena pengaruh narkotika yang tidak saja merusak syaraf tapi lebih dari itu dampak yang terjadi dengan kecanduan narkoba. "Jangan sampai adik-adik terjerumus. Betapa banyak kerugian yang tak saja materi, tapi lebih dari itu. Kesempatan emas di masa yang adik-adik rintis ini jangan disia-siakan. Jauhi narkoba dan tertib berkendara, pakai helm dan jangan kebut-kebutan. Serta pandai menggunakan dan memanfaatkan media sosial," katanya. (saf)