Ditresnarkoba Polda Sumsel Gebrak Awal Tahun dengan Amankan Narkoba yang Dikendalikan dari Lapas Tanjung Pinang Riau

Ditresnarkoba Polda Sumsel Gebrak Awal Tahun dengan Amankan Narkoba yang Dikendalikan dari Lapas Tanjung Pinang Riau
Tim Ditnarkoba Polda Sumsel bersama tersangka dan barang bukti

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA. com -  Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel, di awal tahun baru 2020, berhasil gagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 108,80 gram dan 283 butir pil extacy dengan berat bruto 111,85 gram dari 2 tersangka kurir, bahkan salah satu kurir dikendalikan dari balik Lapas Tanjung Pinang Riau.

Dua tersangka yang diamankan Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumsel yaitu tersangka Muhammad Rizal alias Kancil Ijal (41) warga Jalan Tembok Baru Lorong Sikumbang No 43 Rt 41 Rw 008 Kelurahan 9 - 10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang. Dan tersangka Muhammad Isnen alias Mamat (26) warga Lorong Rela Perum Serengam Setia Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang.

Penangkapan ke dua kurir narkoba ini, atas dasar informasi yang disampaikan masyarakat ke pihak kepolisian dalam hal ini Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumsel dibawa pimpinan Kompol Efriyanto Tambunan. Yang langsung bergerak melakukan penyelidikan dan under caver buy kepada kedua tersangka.

Petugas pertama mengamankan tersangka Muhammad Rizal, Minggu (5/1) sekitar pukul 17.00 Wib, di Jalan Tembok Baru Lorong Si Kumbang Kecamatan 9 - 10 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang, dari tangan tersangka petugas. Dari tangan tersangka petugas mengamankan 283 butir pil extacy logo S warna biru muda, satu unit handphone dan satu buah sepeda motor Mereka Nmax nopol BG-3308-ACC. "Pil extaci logo S, aku sama teman E (DPO) ambil barang dari seseorang kenalan bernama AC (DPO) pulang di Plaju, pil extaci di jual perbutir seharga 5.000 an. Sedangkan teman aku E berhasil kabur," aku bersangka Ijal.

Esoknya tepatnya Senin (6/1) sekitar pukul 15.30 Wib, petugas dari Subdit 1 berhasil meringkus kembali kurir sabu yang dikendalikan seorang narapidana di Lapas Tanjung Pinang Riau. Tersangka Muhammad Isnen, ditangkap saat hendak transaksi, di kawasan Jalan Letjen Bambang Utoyo tepatnya di depan SMP 4 Palembang Kecamatan IT 2 Palembang. Dari tangan tersangka Muhammad Isnen, petugas mengamankan 1 paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 108,80 gram, satu unit sepeda motor Honda Vario Nopol BG-9964-ACL dan satu unit handphone.

Tersangka Muhammad Isnen, di hadapan penyidik, dirinya baru dua kali mengantar barang pesanan narkoba, dimana setiap mengantar barang mendapat upah. "Saya hanya disuruh anter, barang ini (sabu) dari Tanjung Pinang milik An (DPO), saya kenal dia dari kawan ke kawan, sudah dua kali antar barang, rencana mau diupah Rp 1 juta, sabu saya ambil di depan Punti Kayu dianter di Bambang Utoyo," aku tersangka Isnen.

Diakui tersangka, jika orang yang memerintah dirinya mengantar paket sabu ke pembeli, merupakan narapidana yang masih menjalani hukuman di Lapas. "Kawan ada di dalam Lapas Tanjung Pinang, dia residivis kasus narkoba juga, saya mau karena kebutuhan," akunya.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono didampingi Kasubdit I, Kompol Efriyanto Tambunan membenarkan jika pihaknya mengamankan dua buruh lepas yang bertugas sebagai kurir. Bahkan salah satu barang bukti yang diamankan berasal dari Tanjung Pinang Riau. "Untuk narkoba sabu berasal dari Tanjung Pinang, kita sudah sampaikan bawa akan ada sabu masuk dari Riau ke wilayah kita tepatnya dari Sungsang Tanjung Api Api. Nah, ini adalah rangkaiannya. Jika dilihat dari bentuk sabu besar-besar ini pasti jaringan internasional, kedua tersangka ini merupakan kurir," ungkap Kombes Pol Heri.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman, akan jaringan kedua tersangka ini. Agar dapat memberantas dan memotong jaringan peredaran narkoba. Dengan berhasil mengamankan narkoba sabu dan pil extacy sudah berhasil penyelesaian 500 jiwa manusia dari bahaya narkoba.

Beliau mengimbau kepada masyarakat, agar menjauhi narkoba baik menggunakan, mengedarkan bahkan memperdagangkan, ini demi keselamatan  kita semua. "Tolong jaga diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita dari bahaya-bahaya narkoba. Saya tahu saat ini krisis ekonomi tapi carilah yang halal karena nanti narkoba apa itu akan mengenai diri kita sendiri atau keluarga kita," ingatnya.

Atas perbuatanya, kedua tersangka dijerat dengan pasal nerlapis yaitu Primer Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasar 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009. Ancaman pidana penjara paling singkat 20 tahun dan paling lama pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati dan pidana penjara seumur hidup. (Ly)