Di-PHK, Pekerja PT Lonsum Tuntut Pesangon

Di-PHK, Pekerja PT Lonsum Tuntut Pesangon
Foto: ms/af - Aliyung

OKI, MEDIA SRIWIJAYA - Sejumlah pekerja di PT Lonsum di Desa Cengal Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menuntut pihak perusahaan untuk memberikan pesangon kepada sedikitnya 60 pekerja yang dalam waktu dekat bakal di-PHK. 

Aliyung, salah satu perwakilan dari para pekerja di perusahaan yang bergerak di perkebunan karet itu, mengakui bahwa dia bersama pekerja lainnya akan diberhentikan bekerja di PT Lonsum.

Aliyung yang telah 10 tahun lebih bekerja di PT tersebut sebagai penyadap karat mengaku pasrah bila memang akan diberhentikan bekerja. Namun ia dan para pekerja lainnya menuntut agar pihak perusahaan memberikan pesangon kepada mereka."Tuntutan kami agar pihak perusahaan memberikan kami pesangon,"ujar Aliyung, Senin (6/1).

Diceritakan Aliyung, ia dan para pekerja masuk dalam PamSwakarsa yang oleh perusahaan diganti nama dengan PKWT (Penjaga Kebun Waktu Tertentu)

Selama bekerja kata Aliyung, pihaknya banyak membantu pihak perusahaan dari oknum-oknum yang sering kali melakukan pencurian karet di malam hari.

Kebijakan pihak perusahaan juga saat ini kata Aliyung dinilai sengaja membebani para pekerja untuk bisa memberhentikan pekerja dengan menargetkan setiap hari para pekerja harus bisa mencapai target 40 kilogram per hari hasil sadapan. "Dengan target seperti ini tentu banyak yang tak sanggup mencapai target,"katanya.

Sementara kata dia pihak mandor dinilai pilih kasih, ada beberapa pekerja lainnya yang dinilai tidak bisa mencapai target namun masih dipakai.

Camat Cengal, Taufik dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan biasanya setiap perusahaan jika memberhentikan pekerjanya harus memberikan pesangon. Namun kata dia, dalam hal ini pihak belum tahu jelas persoalan sebenarnya. Adapun jika ini dimediasi antara pekerja dan perusahaan. Pihaknya menganjurkan agar pihak pekerja bisa mendatangi pihak perusahaan dan membicarakan hal ini dengan baik agar ditemukan jalan keluarnya. 

Pihak PT Lonsum dikonfirmasi melalui menejernya, Sukardi via telepon tak berhasil karena nomor HP yang bersangkutan 085261557449 tak aktif.(af)