Di Palembang tidak Ada Kelurahan Dianaktirikan

Di Palembang tidak Ada Kelurahan Dianaktirikan
Wawako Palembang saat silaturahmi di Kelurahan Sei Lais Palembang, Selasa (29/1)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA. Com - Guna melihat sistem pelayanan publik di kantor lurah Sungai Lais, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda beserta jajaran secara langsung melakukan silahturahmi dan menampung aspirasi masyarakat setempat.

Menurutnya, semua kantor lurah yang ada di kota Palembang harus diperbaiki agar sistem pelayanan bisa berjalan dengan baik dengan kondisi kantor yang nyaman.

"Saya harapkan infrastruktur yang ada di Kecamatan Kalidoni ini bisa diperbaiki agar masyarakat setempat bisa beraktivitas dengan baik. Ya tadi saya mendengarkan dari sambutan Pak Camat bahwa dulu warga setempat kurang mendapatkan perhatian,"jelasnya saat berkantor di Kelurahan Sungi Lais, Selasa (29/1).

Menanggapi kelurahan masyarakat setempat, Fitri menanggapi bahwa diinya menjamin tidak ada wilayah kota Palembang ini  yang dibedakan. "Saya langsung perintahkan kepada camat dan lurah agar bisa bekerja dengan cepat untuk segerah bertindak agar aspirasi ini bisa segerah disampaikan. Untuk masalah air PDAM yang tidak mengalir, lantaran gara-gara saya datang lalu air mengalir saya meminta kepada PDAM untuk segera mencari titik warga untuk dibantu air bersih yang dikirimkan,"jelasnya.

 Arie Wijaya Camat Kalidoni di tempat yang sama menambahkan bahwa warga Sungai Lais merasa senang sekali atas kunjungan Wakil Walikota Palembang.

"Di sini ada 3 kecamatan yang memiliki luas kecamatan yang cukup besar khususnya dalam bercocok tanam padi. Selain itu juga ada  5 rumah warga yang yang sudah tidak layak lagi dihuni yang sudah sepantasnya kita lakukan bedah rumah. Alhamdulilah aspirasi dari masyarakat secara langsung ditanggapi dan mendapatkan respon positif dari warga,"tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Forum RT Kulurahan Sungai Lais, Asmen mengatakan pihaknya

yakin dan percaya atas kepemimpinan Harno-Fitri bisa bersikap adil dalam melakukan pemerataan pembangunan. “Kami sendiri dicap karena wilayah di sini banyak kriminal, maka dari itu kelurahan ini menjadi kawasan terbelakang dari pembangunan. Seperti air bersih dan jalan rusak serta belum mendapatkan UMKM. Saya mewakili warga setempat memohon agar semua aspirasi ini bisa ditindaklanjuti dengan cepat,"katanya. (rel)