Deklarasi Damai Cakades Muaraenim

Deklarasi Damai Cakades Muaraenim
Sebanyak 401 Calon Kepala Desa (Cakades) se-Kabupaten Muaraenim yang berasal dari 102 Desa di 18 Kecamatan, melakukan penandatanganan Deklarasi Damai, di halaman Pemkab Muaraenim, Selasa (17/9).(foto ist)

MUARAENIM, MS - Sebanyak 401 Calon Kepala Desa (Cakades) se-Kabupaten Muaraenim yang berasal dari 102 Desa di 18 Kecamatan, melakukan penandatanganan Deklarasi Damai, di halaman Pemkab Muaraenim, Selasa (17/9).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH, pejabat Muspida dan Muspika, Para Ketua Panitia Pilkades Serentak Tahun 2019 dan Cakades se-Kabupaten Muaraenim. Plt Bupati Muaraenim Juarsah, kegiatan Apel Gelar Pasukan Pengamanan dalam rangka PilkaDes Serentak di Kabupaten Muaraenim Tahun 2019, merupakan tindaklanjut dari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan pelaksanaan Undangundang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 31 dijelaskan bahwa Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan secara serentak diseluruh Wilayah Kabupaten/Kota.

Di Kabupaten Muaraenim pada Tahun 2019 merupakan Gelaran PilkaDes Serentak yang ketiga kalinya. Gelombang panama boleh dilaksanakan pada tahun 2015 yang diikuti oleh 86 desa.
Gelombang kedua tahun 2017 yang diikuti oleh 37 desa dan gelombang ketiga tahun 2019 diikuti oleh 102 desa 18 kecamatan dengan jumlah calon kepala desa sebanyak 401 orang.

Dalam pelaksanaan Pilkades ini tentunya suhu politik dan dinamika masyarakat Kabupaten Muaraenim di pedesaan akan meningkat dimana peningkatan suhu politik dan dinamika masyarakat tersebut juga akan diiringi peningkatan kadar kerawanan Kamtibmas yang perlu diantisipasi oleh semua pihak terkait oleh TNI dan POLRI.

Dikatakan Juarsah, ada beberapa kerawanan yang perlu mendapat perhatian kita antara lain adalah, terjadinya konflik antar pendukung, sabotase distribusi logistik, politik uang, unjuk rasa dengan mengerahkan masa pendukung yang berpotensi mengarah anarkhis, manipulasi suara, penculikan calon dan petugas pelaksana Pilkades, intimidasi kepada pemilih dan beberapa kerawanan pilkades secara keseluruhan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Untuk itu tenaga pengamanan yang melaksanakan pengamanan PilkaDes ini, harus peka dalam menilai, mengamati dan mensikapi secara dini perkembangan situasi politik dan dinamika masyarakat yang ada di desa, menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan tugas. Dan pihaknya mengharapkan seluruh pelaksana pengamanan agar dapat melaksanakan tugas dengan menampilkan sosok polisi yang humanis dan tegas, sehingga masyarakat akan merasa terayomi dan terlindungi.

Agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan pelaksanaan PilkaDes lancar semuanya harus melaksanakan tugas pengamanan ini dengan penuh keihklasan yang diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Pelihara disiplin, dan jaga teguh netralitas dan profesionalitas polri dalam melaksanakan tugas pengamanan.

Tingkatkan ke waspadaaan dan ke siapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan, dengan selalu proaktif melakukan tindakan kepolisian sebagai upaya penanggulangan setiap perkembangan menjadi gangguan kamtibmas.

Tingkatkan upaya deteksi dini dan cermati setiap informasi sekecil apapun. Bangun kemitraan dan sinergisitas dengan seluruh komponen masyarakat guna membangun jaringan informasi agar dapat tercipta situasi kondusif.

Kedepankan upaya pre-emtif dan preventif dalam melaksanakan pengamanan, tindak tegas setiap pelanggaran pidana yang terjadi, terutama tindakan anarkhis yang bertujuan memaksakan kehendak.
Hindari segala tindakan yang tidak terpuji karena dapat menurunkan citra institusi dan saya tidak mengaharapkan ada petugas Pengamanan yang justru menjadi pemicu terjadinya konflik.(net)