Dampingi Anak Laporkan  Pemerkosaan

Dampingi Anak Laporkan  Pemerkosaan
(Foto Ist)

PALI, MEDIASRIWIJAYA - Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan,     seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP  di Talang Ubi menjadi korban pemerkosaan yang pelakunya diduga pacarnya sendiri.

Hal itu terungkap saat korban, sebut saja Bunga didampingi orangtuanya mendatangi ruang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak milik Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI, Selasa (17/12) di Rumah Cinta Kecamatan Talang Ubi.

"Kemarin kami kedatangan korban dan keluarganya. Kondisi korban alami trauma berat dan tidak mau berbicara serta memutuskan berhenti sekolah. Tapi setelah kita pulihkan psikologisnya, korban yang masih dibawah umur itu mau berbicara," kata Yenni Nopriani Kepala DPPKBPPPA PALI melalui salah satu staffnya, melansir rmolsumsel, Rabu (18/12).

Dari keterangan korban, hal itu terjadi pada Senin, 16 Desember 2019, bermula diajak pacarnya yang juga masih pelajar di salah satu SMA di Talang Ubi ketika pulang sekolah. Sebelum mendapatkan pelecehan seksual, korban sempat dicekoki minuman keras.

"Korban bercerita bahwa dia (korban) diajak jogging disekitar lapangan Gelora, kemudian diberi bungkusan minuman diduga miras. Setelah diminum, korban diajak pacarnya naik sepeda motor. Namun sesampainya di sekitar Masjid Al-Mukhlisin Komplek Pertamina Pendopo, korban tidak sadarkan diri. Dan saat sadar sudah berada di sekitar Pahlawan," katanya.

Setelah kejadian itu, korban bersama orangtuanya mendatangi Polsek Talang Ubi lalu ke PPPA yang sebelumnya telah melakukan visum di RSUD Talang Ubi.

Dan dari pengakuan korban ditambahkan staff PPPA bahwa korban tengah galau karena sering dibully di kelasnya juga kurang perhatian kedua orang tuanya. Jadi ketika diberi minuman langsung ditenggaknya.

"Ini menjadi pelajaran kita semua yang harus memperhatikan anak kita terlebih yang baru menginjak remaja. Kami juga meminta seluruh pihak sekolah atau wali kelas untuk melarang sesama pelajar saling ejek. Untuk kondisi korban saat ini sudah sedikit pulih dan mau sekolah kembali, sementara proses hukumnya kami serahkan ke pihak berwajib," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Aipda Hairil Rozi membenarkan adanya laporan pelecehan seksual yang dialami siswi SMP.

"LP sudah masuk, pelaku sudah kita jemput di sekolahnya namun saat dijemput pelaku tidak berada di sekolah," kata Kanit Reskrim.(net)