Cegah Kanker Payudara dengan Teh Oolong, ini Alasannya

Cegah Kanker Payudara dengan Teh Oolong, ini Alasannya
(Foto Mediasriwijaya.com/ist)

MEDIASRIWIJAYA.com - Ulasan penelitian teranyar mengungkapkan temuan yang menarik, yakni teh Oolong dapat memberikan manfaat mencegah kanker payudara.

Teh dengan perpaduan rasa antara teh hitam dan hijau yang populer di Tiongkok dan Taiwan ini memang diketahui menyimpan sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh. Penelitian terbaru menemukan bahwa teh oolong dapat merusak sel-sel kanker payudara.

Orang yang rajin mengonsumsi teh oolong, menurut hasil penelitian, berisiko lebih rendah terkena kanker payudara. Tak bisa dimungkiri bahwa salah satu penyakit yang mematikan ini merupakan momok dan ancaman yang menciptakan ketakutan pada perempuan.

Sejauh ini, kemajuan teknologi telah melahirkan sejumlah metode dan perangkat untuk mendeteksi kanker payudara sedari dini, tetapi jumlah kematian penderitanya terus menanjak.

Bahkan, kanker payudara diklaim sebagai penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan. Berangkat dari harapan untuk mengikis jumlah penderita kanker payudara, sejumlah peneliti pun menyelidiki upaya natural sebagai aksi preventif.

Pada penelitian terdahulu, teh hijau telah disimpulkan mampu mencegah tumbuhnya sel kanker payudara. Sekarang, tim penelitian yang dipimpin oleh Chunfa Huang, Ph.D, seorang profesor asal Amerika Serikat dari Saint Louis University, departemen kedokteran internal, menyampaikan bahwa teh oolong pun menyimpan potensi menurunkan risiko kanker payudara.

Huang dan tim mempelajari efek dari ekstrak teh oolong pada enam baris sel kanker payudara, termasuk sel kanker payudara ER-positif, PR-positif, HER2-positif, dan tiga-negatif.

Para peneliti menggunakan berbagai konsentrasi teh hijau, teh oolong, dan teh hitam untuk pengobatan serta pencegahan kanker payudara Huang dan tim meneliti kelayakan sel.

Selanjutnya, mereka mengukur kerusakan dan pembelahan DNA, serta setiap perubahan lain dalam morfologi sel. Hasilnya, Huang melaporkan, ekstrak teh hijau dan teh oolong memang benar mampu menghentikan pertumbuhan semua jenis sel kanker payudara.

Sebaliknya, ekstrak teh hitam tidak memberikan pengaruh signifikan. "Teh oolong, sama seperti teh hijau, dapat menginduksi kerusakan dan pembelahan DNA, memainkan peran sebagai penghambat dalam pertumbuhan sel kanker payudara, proliferasi, dan tumorigenesis.

Keduanya memiliki potensi besar sebagai ‘agen’ chemopreventivemelawan kanker payudara,” jelas Huang. Kemudian, para ilmuwan memeriksa data registrasi kanker tahunan dari Tiongkok dan provinsi Fujian, mereka mencatat, orang yang rutin mengonsumsi teh oolong dalam jumlah besar secara teratur, 25 persen lebih rendah risiko terkena kanker payudara.

Lalu, ketika membandingkannya dengan jumlah rata-rata penderita kanker payudara di Negara Tirai Bambu lingkup nasional, peneliti menemukan, orang yang mengonsumsi teh oolong secara rutin dalam keseharian lebih kecil mengalami mati pada usia muda. “Masih banyak dibutuhkan studi lainnya,” imbuhnya.

Namun, melihat sejumlah insiden pencegahan dan mortalitas lebih tinggi di daerah dengan konsumen teh oolong terbesar, Huang pun meyakini potensi teh oolong sebagai minuman anti-kanker. Berdasarkan estimasi dari International Agency for Research on Cancer, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian yang terjadi pada tahun 2018.

Kondisi ini berarti satu dari lima laki-laki dan satu dari enam perempuan bakal mengalami kanker dalam hidup mereka. Selain itu, laporan juga menyimpulkan, hidup satu dari delapan pria dan satu dari 11 perempuan akan berakhir dengan kematian karena kanker.

Khusus jumlah penderita kanker payudara di Indonesia, berdasarkan laporan WHO, diprediksi naik tujuh kali lipat pada tahun 2030.(beritagar.id)