Bus Sriwijaya Masuk Jurang, 14 orang Selamat, 25 Orang lainnya Meninggal

Bus Sriwijaya Masuk Jurang, 14 orang Selamat,  25 Orang lainnya Meninggal
(Foto ist)

MEDIASRIWIJAYA.com – Evakuasi Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang masih dilakukan pagi ini, Selasa (24/12/2019). Bus dikabarkan masuk ke jurang di kawasan Liku Lematang Indah Ds Pelang Kenidai Kec. Dempo Tengah Kota Pagar Alam, Selasa (24/12/2019) malam sekitar pukul 23.15 WIB. Bus jenis Mitsubishi Fuso Plat No Polisi BD 7031 AU  berangkat dari Bengkulu menuju Palembang dikemudikan sopir bernama Very.

Menurut Kepala Kantor SAR Palembang melalui Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga, Benteng Telau S.E,  korban bus yang selamat dan luk-luka ada 14 orang, meninggal dunia 25 orang. “Jadi total keseluruhan penumpang ada 39 orang,” jelasnya.

Sebelum Masuk Jurang Bus Sriwijaya Lebih Dulu Masuk Parit

Keterangan korban bus yang selamat, Hasanah (52) dan cucunya Aisyah (9 tahun), ia bersama cucunya dan dua orang temannya selamat dalam insiden tersebut. Hasanah saat kejadian masih bangun. Bahkan sedang bercerita dengan kedua temannya. Sedangkan cucunya duduk disebelahnya.

Dia, cucu dan kedua temannya selamat dalam kecalakaan maut ini. Hasanah bahkan menceritakan ketegangan selama bus berangkat dari loket di Bengkulu. Bahkan bus sempat terlibat tabrakan dengan kendaraan lainnya. “Ya, bus ditabrak mobil travel kecil travel,” ungkapnya. Dilansir dari sumeks.co

Saat itu, katanya, suasana sudah sangat tegang. Saat di Pendopo bus sempat berhenti dan penumpang makan. Saat berangkat menuju ke ujung Pendopo bus bahkan masuk parit. “Tak lama ada mobil Sriwijaya kecil dan sopir bus minta tolong untuk ditarik,” jelasnya.

Usai ditarik bus kembali melanjutkan perjalanan. Sampai di TKP kejadian nahas itu. “Bus kemudian ngebut lagi sampai ke lokasi masuk jurang. Aku taunyo sudah di dalam air,” ungkap Hasanah.

Hasanah yang saat itu duduk di kursi baris keempat mengaku menyaksikan langsung detik-detik kejadian. Dan saat mobil masuk jurang atau saat jatuh ke air mengaku sudah berpegangan pada batang kayu yang hanyut.

Dia melihat kedua teman yang bersamanya memecahkan kaca bus dan berusaha keluar. “Batang kayu itulah yang menyelamatkan kami,” cetusnya. Bersama cucunya Hasanah memegang erat batang kayu yang hanyut menyelamatkan ia dan cucunya ke tepian. (dho)