Bupati Banyuasin Buka Temu ilmiah Bersama dan Rakerkesda Kabupaten Banyuasin Tahun 2020

Bupati Banyuasin Buka Temu ilmiah Bersama dan Rakerkesda Kabupaten Banyuasin Tahun 2020

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Temu Ilmiah Bersama dan Rakerkesda Kabupaten Banyuasin Tahun 2020 dibuka langsung Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH. Acara ini diselenggarakan di Gedung Balai Diklat Kabupaten Banyuasin dengan menghadirkan bintang tamu dr. Reisa Broto Asmoro, Rabu (15/01).

Bupati H. Askolani mengapresiasi diselenggarakannya acara ini, karena bisa menjadi wadah silaturrahim serta sarana konsultasi mengenai kesehatan yang berujung terwujudnya salah satu Program Banyuasin Bangkit yaitu Banyuasin Sehat.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Banyuasin telah masuk peringkat ke 10 dari 17 Kabupaten lainnya di Sumsel dan untuk tingkat nasional masuk di peringkat 380 dari 514 Kabupaten yang ada, secara langsung Bupati Banyuasin juga menyebutkan bahwa Kabupaten Banyuasin menduduki peringkat di atas Musi Banyuasin, Kabupaten induknya.

Orang Nomor Satu di Banyuasin ini menambahkan, anggaran setiap desa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. karena ada anggaran Rp 1 miliar pada setiap desa. Semua pihak harus bersinergi, ke depan setiap daerah ada posyandunya dan program dokter masuk ke desa. Bukan hanya untuk pengobatan tapi juga penyuluhan, karena masyarakat desa masih sangat rendah pendidikan tentang kesehatan. Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga memiliki tugas bagaimana menurunkan angka kemiskinan, seperti catatan yang sudah ada, pencapaian mengenai kemiskinan dari 11.33 % menjadi 11.2 % meningkat 0.1 persen

“Berkaitan dengan pembangunan Bupati Banyuasin mengimbau agar kompak dan berkomitmen dalam melaksanakan Banyuasin sehat sesuai dengan visi dan misinya”, tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin sendiri sudah menggelontarkan 160 miliar ke Dinas Kesehatan untuk bidang kesehatan ini. Ia juga mengimbau kepada petugas kesehatan seperti dokter, perawat, bidan untuk lebih murah senyum dan ramah karena pengobatan bukan hanya lewat obat-obatan tapi juga dari psikologis dengan pasien. Dari cara pelayanan kepada pasien juga bisa sangat membantu proses penyembuhan, karena ada rasa senang pada pasien sendiri.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Tismon Sugiarto menyampaikan dukungan dan siap membantu Bupati untuk terus melanjutkan program-program kesejahteraan umum masyarakat Kabupaten Banyuasin serta meningkatkan selalu kinerja jangan sampai ketinggalan dari kabupaten lainnya.

Banyak kritik pemerintah dalam hal kesehatan, namun masih perlu dimaklumi mengingat masih dininya usia pemerintah dan masih panjang waktu untuk meningkatkan program kesehatan dan juga infrastruktur.

Tismon juga menyanjung keberanian Bupati Banyuasin yang berani menggelontorkan dana 228 miliar pinjaman hanya untuk kepentingan masyarakat. Dan sangat mendukung dengan catatan menjaga amanah dan selalu mengawasi pihak ketiga dan semua bawahannya.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan dr. Masagus M. Hakim, M.Kes juga menjelaskan bahwa sumber daya manusia adalah sumber daya utama dalam segala bidang karena dengan SDM yang baik dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banyuasin ini. Bagian kesehatan sendiri masuk dalam Program Prioritas Nasional seperti upaya peningkatan imunisasi tuberkolosis dan penyakit tidak menular lainnya. Ia juga menjelaskan Puskesmas Tanjung Lago dan Rambutan menjadi puskesmas pertama yang mampu menampung pasien rawat inap. Dari data yang disebutkan, menurut Kepala Dinas dr. Masagus M. Hakim, M.Kes. "Kabupaten Banyuasin merupakan kabupaten yang tidak sehat, karena hanya 4 puskesmas yang masuk kriteria indeks keluarga sehat," tambahnya. Hal ini tentunya menjadi motivasi untuk diperbaiki ke depan.

Kegiatan Sarana di tahun 2020 juga sangat diperhatikan mengingat kondisi bangunan sarana kesehatan Kabupaten Banyuasin saat ini perlu ditingkatkan.

Acara ini dilanjutkan penyampaian materi temu ilmiah, selaku keynote speech Bupati Banyuasin dengan tema Banyuasin Sehat Menuju SDM Unggul, dan narasumber lainnya yaitu Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. Trisan Marwan, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banyuasin, dr. Masagus M.Hakim, M.Kes, Kepala Bappeda Litbang Kab. Banyuasin, Erwin Ibrahim, ST.,MM., M.BA dan selaku moderator temu ilmiah dr. Reisa Broto Asmoro.

Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan berupa cenderamata kepada beberapa puskesmas yang dinilai baik. (ydp)