ASN tak Ikut Gotong Royong Bakal Diberikan Sanksi

ASN tak Ikut Gotong Royong Bakal Diberikan Sanksi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Program gotong royong yang menjadi unggulan pemerintah kota Palembang bakal tetap diteruskan dan dijalankan di tahun 2020 mendatang.


Bahkan pemerintah kota Palembang bakal lebih mengintensifkan dan meningkatkan kembali gotong royong ini mulai dari pemerintah kota Palembang, OPD, kecamatan hingga RT/RW.


Bagi ASN di pemerintah kota Palembang yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan tersebut maka akan diberikan tindakan tegas.


"Selama ini kita lihat banyak ASN yang datang ya hanya sebatas datang saja tidak terjun ke lapangan ikut membersihkan," ujar Sekretaris Daerah Kota Palembang, Drs Ratu Dewa, MSi usai memimpin rapat program gotong royong tahun 2020 di Parameswara, Jumat (27/12).

 

Karena itu, perlu di evaluasi lagi program gotong royong selama tahun 2019 ini sehingga perlu dilakukan perbaikan secara menyeluruh.


"Ini kan sudah perwali  jadi akan ada sanksi tegas dan akan kita perketat lagi sanksi ini jika ASN tidak memperdulikan ini. Kita minta BKPSDM untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi mulai dari sanksi ringan, sedang hingga berat," beber dia.


Termasuk juga relawan dipastikan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong. 


"Untuk pelayanan juga kita minta evaluasi. Saya ingin semua pelayanan yang hadir saat gotong royong pun harus benar-benar melayani misal kesehatan ya layani kesehatan, pelayanan perizinan  juga harus dilayani," beber dia.


Untuk anggaran, kata dia ini hanya sebatas untuk operasional seperti snack dan lain sebagainya. "Ya, memang ada peningkatan setiap kali kegiatan menjadi Rp 3 juta dari sebelumnya Rp 1,5 juta," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bagian administrasi Pemerintah Kota Palembang, Zuriati mengatakan di tahun depan kegiatan gotong royong ini akan ditingkatkan lagi. Terutama kegiatan gotong royong tingkat kota yang bakal diperbanyak dengan pelayanan umum kepada masyarakat.


"Ada sedikit berbeda dengan tahun ini, tahun depan kita akan lebih meningkatkan banyak pelayanan umum kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat pun tertarik datang dan ikit berpartisipasi dalam gotong royong ini," ujarnya.


Tambahnya, dalam pelayanan umum ini bukan hanya OPD saja yang dilibatkan pihaknya juga akan melibatkan BUMD untuk juga diperkenalkan kepada masyarakat.


"Selama ini kan OPD kita libatkan seperti Dinkes, Disdukcapil, DPMPTSP, BPPD, RS Bari, Dinas KB, Dinsos. Dan tahun depan kita akan mengandeng BUMD seperti PT SP2J, PD Pasar, BPR, PDAM , Transportasi Palembang Jaya dan lain sebagainya," jelasnya.


Tambah Zuriat, para BUMD ini akan mensosialisasikan program-program apa yang ada di BUMD ini bahkan langsung door to door untuk membantu masyarakat.


"Misal SP2J bisa door to door ke rumah warga untuk sosialiasi program dan juga mengajak masyarakat gotong royong serta bisa membantu masyarakat memasang jargas bagaimana syarat  dan lain sebagainya," bebernya.


Tak hanya itu, misal PD Pasar juga bakal bekerjasama dengan Bulog untuk membuka pasar murah sehingga bisa membantu masyarakat kurang mampu.


"Untuk gotong royong tingkat kota ini memang fokus membersihkan sungai dan anak sungai yang wajib dihadiri oleh Wako, Wawako, Sekda dan OPD yang ada," jelasnya.


Dan lanjut dia, setiap OPD dan BUMD wajib juga mengirimkan relawan baik itu dari tenaga honor dan masyarakat membantu dalam gotong royong ini.


Selain gotong royong tingkat kota, juga gotong royong tingkat kecamatan dilakukan setiap kecamatan masing-masing setiap minggunya.


"Untuk tingkat kecamatan dilaksanakan oleh camat dan jajarannya di lingkungan kerja kecamatan dengan membersihkan , anak sungai, saluran , drainase yang ditentukan oleh kecamatan," beber dia.


Lanjut dia, gotong royong untuk tingkat OPD dan BUMD  yakni merupakan zona khusus yang dilakukan OPD dan BUMD untuk membersihkan taman-taman yang ada di kota Palembang.


"Ini juga dilakukan serentak di setiap OPD dan BUMD untuk membersihkan taman yang ada di kota Palembang," tegasnya.


Terakhir yakni gotong royong tingkat RT/RW yang dilakukan oleh masyarakat di halaman depan rumah masing-masing.


"Diharapkan setiap minggu pagi ini masyarakat bisa membersihkan halaman rumahnya sendiri saja minimal setengah jam," beber dia.


Namun, kata Zuriati ini yang menjadi tantangan karena kesadaran masyarakat masih kurang. "Karena itu kita minta sosialisasi untuk ke warga ini lebih ditingkatkan melalui peran camat dan lurah," tegas dia.


Di tahun 2019 ini, tambahnya sudah berjalan sebanyak 32 kegiatan gotong royong di tingkat kota Palembang. 


"Artinya ada 33 sungai dan anak sungai yang kita pelihara dan tahun 2020 rencana kegiatan gotong royong yakni sebanyak  34 kali," ujarnya.(rin)