Askolani -Slamet Resmikan Jalan Poros Sungai Dua – Prajen

Askolani -Slamet Resmikan Jalan Poros Sungai Dua – Prajen
Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin saat mengunting pinta tanda ditesmikan jalan poros Sungai Dua - Prajen

BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA  – Jalan poros Sungai Dua – Prajen Kecamatan Rambutan yang dibangun Pemkab Banyuasin dengan panjang 3,820 kilometer, selesai dikerjakan oleh PT Gadang Berlian. Kini jalan penghubung tersebut, Selasa (9/6) hari ini diresmikan oleh Bupati Banyuasin H Askolani didampingi Wabup H Slamet. Turut hadir anggota DPRD Banyuasin dapil Rambutan Jupriyanto dan Direktur Utama PT Gadang Berlian Dimas Rifano.
Jalan poros ini, satu dari tujuh jalan poros yang dibangun oleh Bupati Askolani dan Wabup H Slamet melalui program Infrastruktur Bagus. Dengan jalan poros ini jarak tempuh menjadi lebih singkat. Sedangkan, 6 jalan poros lain akan segera diresmikan yakni Jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kec Betung, Jalan Poros Muara Padang- Muara Sugihan Kec Muara Padang, Pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10.
Kemudian, Jalan poros Lubuk lancang Kec Suak Tapeh menuju Kec Pulau Rimau, Pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III dan Rehab jalan poros Tanah Mas Kec Talang Kelapa sepanjang 3,15 Km.
Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan jalan poros Sungai Dua – Prajen Kecamatan Rambutan ini satu dari tujuh jalan poros yang dibangun dengan menggunakan dana pinjaman Bank Sumsel Babel senilai Rp 288 miliar. “Enam jalan poros lagi dalam tahapan penyelesaian dan juga nantinya akan kita resmikan pemakaiannya, “katanya.
Dikatakan Askolani, Pemkab Banyuasin terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka akses bagi masyarakat.
“Melalui program Infrastruktur bagus, insyaallah semua jalan penghubung didalam wilayah Banyuasin akan mulus dan harapan kita perekonomian masyarakat makin baik dan sejahtera,” katanya.
Apakah pembangunan jalan di Banyuasin selesai dengan tujuh jalan poros ini? Tentu saja belum terang Askolani maka harus dilanjutkan sampai tuntas tahun 2023 sehingga semua akses jalan bisa dilintasi masyarakat.
“Perlu dipahami kondisi jalan di Kabupaten Banyuasin 80 persen rusak, yang baik itu hanya sekitar 20 persen saja, rusak itu mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat berkubangan lumpur. Maka pembangunan akan terus kita lakukan secara bertahap dan skala prioritas,” tegasnya.
Askolani mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun ini biar bisa bertahan lama dengan tidak membawa muatan barang melebihi tonase jalan. “Jalan kita ini paling maksimal 8-12 ton, kalau lebih dari itu dipastikan cepat rusak, maka mari kita jaga dan kita rawat secara bersama-sama, “ajaknya.
Lanjut Askolani, pihaknya juga tengah merencanakan pembangunan jalan poros lainnya yakni jalan poros Karang Agung Ilir menuju pelabuhan TAA Sungsang yang kemarin sudah kami lunching, kemudian jalan poros Makartijaya menuju Air Saleh, Jalan Poros Muara Telang menuju Sumber Marga Telang dan Jalan poros Tungkal Ilir. “Jalan poros Tungkal Ilir ini kendalanya di perizinan mengingat jalan tersebut milik PT Conoco Philip, maka harus ada rekomendasi dari SKK Migas. Rencana kita kalau izin itu keluar kita akan bangun badan jalan baru bergeser sekitar 3 meter dari jalan Conoco philip sekarang. Mohon doanya saja semoga izin cepat kita dapatkan sehingga pembangunan badan jalan paling tidak bisa kita mulai,” tandasnya. (net)