Arsyad Sumbang 3 Emas di Peparprov 

Arsyad Sumbang 3 Emas di Peparprov 
Teks foto Menjadi penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik, ternyata tidak menjadi penghalang bagi Arsyad untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

PRABUMULIH, MEDIASRIWIJAYA - Menjadi penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik, ternyata tidak menjadi penghalang bagi Arsyad untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

Pria lajang asal Kabupaten Ogan Ilir ini menjadi satu diantara atlet yang menghantarkan Kabupaten Ogan Ilir menjadi juara umum dalam ajang pekan olahraga Paralympic Provinsi (Peparprov) II yang diselenggarakan di kota Prabumulih pada 4 -10 Desember 2019.

Dalam ajang bergengsi tingkat provinsi itu Arsyad berhasil mempersembahkan tiga medali emas untuk tanah kelahirannya, melansir sripoku, kemarin.


Prestasi tersebut bahkan juga ia raih di Peparprov pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Muaraenim, di mana Arsyad juga meraih mendali emas di cabang olahraga tenis meja.

Tidak hanya prestasi tingkat provinsi, anak bungsu dari tujuh bersaudara ini bahkan pernah ikut diajang Pekan Olahraga Paralympic Nasional (Peparnas) di Jawa barat dan berhasil membawa pulang medali perunggu untuk Sumatera Selatan.

Hebatnya lagi, Arsyad menjalani hari-hari dengan bekerja membuka service elektronik di daerahnya.

Meski dengan keterbatasan fisik namun pantang bagi Arsyad untuk mengemis atau meminta-minta.

Arsyad menceritakan, sejak berumur 7 bulan dirinya harus kehilangan kedua kakinya akibat mengalami kecelakaan.

Semua itu tidak membuat dirinya berkecil hati dan minder dari pergaulan dengan banyak orang.

Ia bertekad dengan menggeluti olahraga akan membuat bangga keluarga khususnya sang ibu yakni Umi Ani (83 tahun).

"Alhamdulillah, meskipun saya tidak mempunyai kaki, namun Tuhan tetap memberikan saya kelebihan sehingga saya tetap dapat melakukan sesuatu yang bisa membanggakan keluarga terkhusus buat ibu saya," ungkapnya ketika dibincangi di sela penutupan Peparprov di pendopoan rumah dinas walikota Prabumulih, Selasa (10/12).

Arsyad menuturkan, awal gabung menjadi atlet paralympic memang sempat pesimis namun berkat dukungan semua pihak dan binaan Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Ogan Ilir membuat dirinya memiliki kemampuan berolahraga dengan keterbatasan fisik.

"Saya awalnya hanya hobi lalu dilatih rutin oleh Dedek Tri Margareta, saya melakukan latihan serius bersama dinas pemuda olahraga Kabupaten OI dan alhamdulilah berhasil," katanya.

Arsyad berharap apa yang dilakukannya nanti akan menjadi motivasi bagi siapapun khususnya para penyandang disabilitas agar tidak perlu malu dan menggali kelebihan sehingga bisa maju.

"Tidak usah berkecil hati dan malu dengan kekurangan kita, jadikan itu sebagai kelebihan untuk bisa maju dan berkembang. Mari kita tunjukkan meskipun kita tidak sempurna, namun kita tetap bisa mandiri bahkan berprestasi dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi keluarga bahkan mengharumkan nama daerah kita," tuturnya.

Pria yang selalu ceria ini berharap kepada setiap keluarga yang mempunyai anak penderita cacat fisik, untuk tidak membedakan dan mendiskriminasi kekurangan mereka.

"Karena keluarga merupakan faktor utama yang bisa menjadi penentu bagi masa depan kami penderita cacat fisik. Dengan kasih sayang dan dukungan keluarga, kami pasti bisa menjadi pribadi yang mandiri dan berprestasi tapi jika didiskriminasi maka tidak akan berkembang," tambahnya dan berharap kepada semua agar mensyukuri nikmat yang ada.(net)