Anggota Legislatif Lulusan SMA Bersaing Doktor

Anggota Legislatif Lulusan SMA Bersaing Doktor
(Foto Ist)

LUBUKLINGGAU, MEDIASRIWIJAYA - Sebanyak 95 anggota DPRD masa jabatan 2019-2024 telah dilantik Senin (30/9). Rinciannya 25 orang jadi wakil rakyat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), 30 anggota DPRD Kota Lubuklinggau dan 40 orang anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Dari jumlah itu, sekitar 32 wakil rakyat alumni SMA sederajat. Lima orang mengabdi di Kota Lubuklinggau, sembilan orang mengabdi di Kabupaten Muratara dan ada 18 orang mengabdi sebagai wakil rakyat di Kabupaten Mura. Sekretaris Dewan Kota Lubuklinggau, Fajarudin mengatakan untuk anggota DPRD Kota Lubuklinggau yang alumni SMA tidak akan memengaruhi kinerja, karena jumlahnya lebih sedikit dibanding yang sudah S1, S2 dan S3.

Hal sama disampaikan Sekretaris DPRD Kabupaten Muratara, H Saidi HZ. Ada 9 anggota DPRD Muratara alumni SMA, 3 orang alumni D3, 9 orang alumni S1 dan empat orang sudah S2. Sementara berdasarkan data hasil Pemilu 2019 yang diterima Sekretariat DPRD Kabupaten Mura, dari 40 anggota DPRD Kabupaten Mura yang dilantik hanya dua orang yang menggunakan ijazah strata dua, yakni Rosalia dan Nawawi.

Mereka berdua merupakan politisi dari Partai Golkar, dan baru pertama ini jadi legislator. Kemudian, 18 orang menggunakan ijazah strata satu dan dua orang menggunakan ijazah diploma tiga, sisanya 20 orang menggunakan ijazah SMA. Sekwan DPRD Kabupaten Mura, Amir Hamzah, didampingi Kabag Persidangan dan Perundang-Undangan mengatakan, sebenarnya masih ada beberapa orang legislator terpilih yang sudah mendapatkan ijazah strata satu.

Diantaranya, M Febriansyah, Hendra Adi Kusuma dan Deby Susanto. Namun, dikarenakan saat mendaftar jadi peserta Pemilu menggunakan ijazah SMA/Sederajat. Maka, data yang diterima oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Mura yang tadi sebenarnya sudah ada ijazah strata satu. Titelnya, tidak diikut sertakan pada data yang diterima. “Mungkin, selain nama-nama itu masih ada yang lain yang sudah selesai kuliah. Bahkan, bisa saja masih ada yang sudah strata dua. Tapi, saat mendaftar mereka tidak menggunakan ijazah itu,” katanya.

Maka dari itu, ia menjelaskan tidak adanya titel di belakang nama-nama legislator di DPRD Mura tidak bisa dipastikan mereka tamatan SMA/Sederajat, karena bisa saja sudah ada yang sudah menyelesaikan menuntut ilmu di perguruan tinggi.(net)