282 Warga Binaan Rutan Baturaja dapat Remisi

282 Warga Binaan Rutan Baturaja dapat Remisi
Foto Mediasriwijaya.com/reno

OKU, MEDIASRIWIJAYA.com- Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Baturaja, Herdianto, menyampaikan bahwa kondisi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Baturaja saat ini dalam keadaan aman.

"Momentum peringatan HUT RI ke-74 ini diberikan remisi terhadap 282 orang warga binaan," katanya, di OKU, Sabtu (17/8).

Dia menjelaskan, warga binaan mendapat Remisi RU I (Remisi Umum Kategori 1) belum bebas (mendapatkan pengurangan hukuman 1 hingga 6 bulan) berjumlah 281 Orang dan RU II (Remisi Umum Kategori 2). Langsung bebas berjumlah 1 orang. Seluruh 282 orang, ujarnya S

Keputusan Pemberian Remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Negara Kelas II B Baturaja yang akan bebas pada HUT RI Ke-74 Tahun 2019 yang oleh Wakil Bupati OKU Drs. Johan Anuar, SH, MM.

Sambutan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia yang disampaikan oleh Wakil Bupati OKU, Johan Anuar, menyampaikan bahwa pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan, tetapi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri.

Melalui, pemberianremisi ini diharapkan seluruh warga binaan pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum/norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia. Kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan menjadikan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkait Pemasyarakatan. Lebih dari itu dapat secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

"Bekerja profesional dan tulus dengan terus berupaya untuk menjadikan Lapas dan Rutan tetap dalam suasana kondusif, aman serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik Institusi Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM pada umumnya," katanya.(rjs)