10 Puskesmas Layani ISPA dan Pneumonia 24 Jam

10 Puskesmas Layani ISPA dan Pneumonia 24 Jam
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Dr Letizia.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Musim kemarau dan kabut asap yang melanda Kota Palembang berdampak buruk pada kesehatan dan menyebabkan masyarakat terserang penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Bahkan, sejak Agustus lalu penderita terpantau meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Letizia mengatakan asap yang berdampak pada terganggunya saluran pernafasan ini menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dengan flu, batuk dan demam. Jika dibiarkan dan tidak cepat mendapatkan pertolongan pengobatan, maka berdampak pada pneumonia.

Penderitanya meskipun tidak sebanyak ISPA tapi meningkat. Pada Agustus tercatat 95 orang, September 102 orang dan minggu kedua Oktober ada 105 penderita. "Pneumonia atau radang paru-paru adalah dampak dari ISPA yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Ciri-cirinya sama saja, sesak nafas, demam tinggi,"  katanya, Kamis (17/10/).

Letizia menekankan, setiap melakukan aktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker dan secepatnya melakukan pemeriksaan saat sudah menghadapi ciri terkana ISPA. "Anak-anak dan balita lebih rentan terkena ISPA. Jika sudah parah berdampak Pneumonia yang saat ini penderita pada balita pada September 95 dan Oktober 83," katanya.

Menurutnya, meskipun asap tidak separah 2015, tetapi dibanding tahun sebelumnya asap cukup pekat. Sehingga berbagai upaya dilakukan seperti membagikan masker, meliburkan siswa sekolah dan menyiagakan tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas.

"ISPA dan Pneumonia dilayani di puskesmas orang tim medis, kita juga siapkan obat-obatan. Terutama masyarakat saat ini sudah bisa dilayani di 10 puskesmas yang jam pelayanannya sudah 24 jam," ujarnya.

Layanan 24 jam itu yakni Puskesmas Merdeka, Sukarame, Sungai Selincah, Pembina, Boom Baru, Basuki Rahmat, Sematang Borang, 7 Ulu, Plaju dan Puskesmas Gandus. "Secara keseluruhan setiap bulan sejak ada asap penderita ISPA pada balita perbulan di angka 1.000 anak. Sementara usia dewasa diangka 2.000 orang perbulannya," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa cara untuk mencegah penyakit ISPA dan Pneumonia ini. Diantaranya, cuci tangan setelah beraktivitas umum, hindari menyentuh bagian hidung, mulut, mata agar terlindung dari penyebaran virus atau bakteri, hindari merokok. Selain itu perbanyak makan serat vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, ketika bersin tutup pake tisu atau tangan dan olahraga secara teratur untuk kekebalan tubuh.

"Ada baiknya juga harus menghindari banyak-banyak aktivitas di luar, kalau pun harus boleh pakai masker atau sapu tangan. Tentunya harus juga banyak minum air putih," terangnya. (rin)